Masa Kehamilan

Kupas Tuntas Seputar Kontraksi Palsu, Bumil Merapat Yuk!

Ditulis oleh: Amicis

Kupas Tuntas Seputar Kontraksi Palsu, Bumil Merapat Yuk!

Belum mendekati persalinan, tapi Ibu sudah merasakan kontraksi? Bisa jadi Ibu mengalami kontraksi palsu atau dikenal juga dengan istilah braxton-hicks. Dilansir dari National Center for Biotechnology Information US, kontraksi rahim merupakan nyeri persalinan prodromal atau palsu. Umumnya, kondisi ini terjadi pada trimester kedua atau ketiga masa kehamilan. Sebetulnya kontraksi palsu merupakan cara tubuh mempersiapkan persalinan yang sebenarnya, namun tidak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Kondisi ini juga merupakan relaksasi otot rahim, sehingga dapat menyebabkan kram hingga pengetatan pada area perut tertentu dalam jangka waktu tidak intens.

Baca juga:Beberapa Latihan yang Diperlukan Sebagai Persiapan Persalinan

Banyak bumil yang khawatir dengan kondisi ini dan segera berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan. Bahkan beberapa Ibu menanyakan berapa hari lagi melahirkan setelah kontraksi palsu. Meski mendekati persalinan, Ibu perlu mengetahui perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli mendekati kelahiran Buah Hati. Tak semua kontraksi berarti kontraksi jelang persalinan, Bu. Untuk itu, jangan panik dulu dan baca artikel ini selengkapnya sampai habis ya. Ibu dapat menemukan penyebab, ciri-ciri, perbedaan hingga cara mengatasi kontraksi palsu. Yuk, Bu disimak!

Penyebab Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu bisa dirasakan mulai trimester kedua, namun sering kali dialami pada trimester ketiga. Ketika kontraksi palsu terjadi otot-otot rahim mengencang selama kurang lebih 30-60 detik, namun Ibu juga sering bertanya apa penyebab kontraksi palsu terus menerus terjadi. Menurut American Pregnancy Association, penyebab kontraksi palsu dimana otot rahim jadi mengencang dan meningkatkan aliran darah ke plasenta. Namun begitu, belum tentu serviks menjadi lunak dan melebar. Ibu sering khawatir apakah ini kontraksi asli atau bukan, karena intensif terjadi mendekati waktu persalinan. Beda dengan kontraksi palsu, kontraksi asli dapat membantu proses pelebaran serviks.

Beberapa pemicu kontraksi palsu atau braxton-hicks, yakni sebagai berikut:

  • Ibu menjalani aktivitas yang cenderung berat, seperti mengangkat barang atau olahraga yang berlebihan
  • Gerakan janin yang sangat aktif
  • Jika seseorang menyentuh perut Ibu dan bayi bereaksi
  • Kandung kemih penuh
  • Berhubungan seks
  • Dehidrasi
  • Mual-muntah intens

Ciri-ciri Kontraksi Palsu

Banyak bumil yang cenderung bingung atau sulit membedakan ciri-ciri kontraksi palsu saat hamil 9 bulan atau kontraksi palsu 8 bulan. Namun Ibu tidak perlu khawatir, sejatinya kontraksi palsu membuat rahim jadi mengencang, akibatnya daerah perut bagian bawah kram dan mengalami sensasi meremas. Setelah itu, otot perut kembali rileks. Tidak seperti kontraksi asli jelang persalinan, kontraksi palsu tidak teratur dan menimbulkan rasa tak nyaman. Menurut babycenter, beberapa bumil bahkan mengatakan kontraksi palsu seperti kram menstruasi ringan, atau perubahan bentuk perut saat kontraksi berlangsung.

Gejala khas kontraksi palsu yang perlu Ibu ketahui, yaitu tidak memiliki pola yang teratur, bervariasi dalam intensitas dimana bisa terjadi berkurang atau lebih kuat, tidak nyaman dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, serta mungkin berhenti ketika ibu bergerak atau mengubah posisi. Perlu Ibu ingat ciri-ciri kontraksi palsu ini mungkin tidak semua dialami, apabila sesuatu yang Ibu khawatirkan bisa menemui bidan atau dokter spesialis kandungan.

Bedanya Kontraksi Palsu dan Asli

Ini dia poin yang wajib Ibu simak sehingga tidak panik terlebih dahulu. Terkadang Ibu bisa menjadi khawatir karena kontraksi palsu yang menyakitkan. Untuk itu, simak perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli jelang persalinan berikut ini:

Kontraksi Asli

Kontraksi asli menjelang persalinan perlahan-lahan intensitasnya lebih kuat dan lama. Frekuensi kontraksi asli datang secara berkala dan berlangsung sekitar 30 hingga 70 detik. Seiring berjalan waktu, kontraksi akan terasa semakin kuat. Kontraksi asli tetap berlanjut bahkan Ibu bergerak, mengubah posisi atau beristirahat. Bagian area perut yang sakit atau mengalami kontraksi dimulai di punggung bawah dan bergerak ke depan perut. Ada beberapa Ibu juga merasakan mulai dari perut dan pindah ke punggung.

Kontraksi Palsu

Berbeda dengan kontraksi asli, intensitasnya tidak sering dan kuat. Secara frekuensi tidak meningkat dalam durasi. Beberapa Ibu merasakan muncul, lalu menghilang. Kontraksi palsu tidak beritme dan tidak bisa diprediksi. Muncul rasa yang tidak nyaman dan tidak menyakitkan. Kontraksi palsu tidak menyebabkan pelebaran serviks yang tidak berujung pada kelahiran. Kemudian, kontraksi palsu dapat berhenti saat Ibu berjalan atau beristirahat, bahkan mungkin hilang saat mengubah posisi. Umumnya, kontraksi palsu dirasa pada bagian depan perut atau panggul.

Cara Mengatasi Kontraksi Palsu

Setelah Ibu sudah tahu penyebab, ciri-ciri dan perbedaan kontraksi palsu, sebaiknya Ibu lakukan beberapa cara berikut ini untuk mengatasinya.

  • Coba ubah posisi Ibu. Misalnya jika terlalu lama berdiri bisa duduk sejenak dan sebaliknya, agar otot-otot rahim bisa lebih tenang atau tidak tegang.
  • Rutin berolahraga ringan. Ibu bisa melakukan aktivitas atau olahraga ringan, seperti berjalan kaki di dalam rumah, senam hamil atau yoga yang menyehatkan.
  • Buat diri menjadi rileks. Coba mandi air hangat atau berendam setidaknya 15-30 menit, serta tidur siang apabila ada waktu. Selalu sempatkan diri untuk beristirahat ya, Bu.
  • Cukupi kebutuhan air putih. Dilansir KlikDokter, menurut National Academy of Medicine menyarankan ibu hamil untuk minum 8 sampai 10 gelas air per hari dengan jumlah total kurang lebih 2,3 liter. Ditambah yang berasal dari makanan, seperti buah dan sayur sehingga total asupan cairan menjadi 3 liter per hari.
  • Perhatikan nutrisi khusus ibu hamil. Pilih nutrisi lengkap seperti nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan nutrisi mikro (vitamin, mineral) dari makanan yang dikonsumsi, serta PRENAGEN mommy. Nutrisi khusus ibu hamil dari PRENAGEN ini mengandung nutrisi lengkap yaitu sumber protein, tinggi asam folat, omega 3, tinggi kalsium dan tinggi zat besi.

Kapan Ibu Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Ciri-ciri kontraksi palsu yang dialami Ibu bisa berbeda dengan Ibu lainnya. Untuk itu, Ibu harus mengetahui kapan ibu harus segera berkunjung ke bidan atau dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Menurut babycenter, jika Ibu belum mencapai usia kandungan 37 minggu, kontraksi semakin berirama dan teratur setidaknya enam kali per jam atau setiap 10 menit, menyakitkan, tidak mereda setelah beristirahat, pendarahan atau bercak vagina, Ibu segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat. Kemudian, Ibu juga mengalami tekanan di daerah panggul atau perut bagian bawah seperti bayi mendorong ke bawah dan nyeri punggung. Hal ini bisa menandakan persalinan prematur.

Baca juga:Hindari Rasa Takut Sebagai Persiapan Persalinan

Namun apabila Ibu sudah melewati 37 minggu, segera ke fasilitas terdekat jika air ketuban pecah bahkan jika Ibu tidak mengalami kontraksi, pendarahan vagina lebih dari sekedar bercak, kontraksi terjadi dalam lima menit per jam atau kurang, rasa yang konstan, serta gerakan bayi berkurang. Semua informasi lengkap di atas mengenai kontraksi palsu semoga bisa membantu Ibu ya!