Gaya Hidup

Adakah Makanan Ibu Hamil agar Mendapatkan Anak Laki-laki?

Adakah Makanan Ibu Hamil agar Mendapatkan Anak Laki-laki?

Sebagian orang percaya bahwa terdapat makanan tertentu yang perlu dikonsumsi Ibu ketika hamil agar janinnya berjenis kelamin laki-laki. Namun, benarkah kepercayaan tersebut? Yuk, temukan faktanya serta ketahui juga rekomendasi makanan yang baik untuk janin berikut ini. 

Benarkah Mengonsumsi Makanan Tertentu Memengaruhi Jenis Kelamin Bayi?

Beberapa media pernah membahas tentang bagaimana makanan dapat menentukan jenis kelamin bayi. Today.com misalnya, pernah mengungkapkan bahwa ibu-ibu yang lebih banyak mengonsumsi sereal ataupun asupan tinggi kalori cenderung akan melahirkan bayi laki-laki. Sebab, tingginya kadar glukosa dalam darah dari makanan tersebut akan memperbesar peluang timbulnya bayi dengan jenis kelamin tersebut.

Media tersebut juga menyarankan ibu-ibu untuk mengonsumsi berbagai macam makanan tertentu untuk membuat jenis kelamin bayi menjadi laki-laki, misalnya makanan yang kaya akan kalium (pisang, alpukat, atau salmon), dan kaya akan alkalin (kacang-kacangan atau serealia). 

Teori ini konon didasarkan pada pendapat bahwa ibu yang darahnya memiliki pH tinggi punya kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan anak laki-laki. Namun, meskipun tidak ada studi yang mendukung teori tersebut, tetap tidak menutup fakta bahwa makanan-makanan tersebut baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

Karena pada akhirnya tak ada makanan yang secara pasti dapat memengaruhi jenis kelamin bayi, maka yang terpenting adalah mengupayakan agar kondisi bayi nanti terlahir sehat. Bayi yang sehat ini adalah bayi yang memiliki organ reproduksi yang sempurna, tanpa perlu merisaukan jenis kelaminnya.

Makanan yang Baik Dikonsumsi untuk Kehamilan Sehat

Agar Ibu lebih berfokus pada usaha untuk menjalani kehamilan dalam kondisi sehat, maka makanan memiliki peranan penting untuk mencapai target tersebut. Prinsip dasarnya adalah tetap mengonsumsi buah-buahan, sayuran, serealia, PROTEIN, serta lemak sehat. Namun, ada beberapa nutrisi spesifik yang perlu dipenuhi selama masa kehamilan.  

Pertama, Ibu perlu mengonsumsi asupan asam folat yang akan mencegah masalah pada saraf bayi. Selain diperoleh dari suplemen, asam folat juga diperoleh dari sayuran berdaun gelap, buah jeruk, dan kacang-kacangan. 

Di samping itu, Ibu juga perlu mendapatkan lebih banyak kalsium untuk membantu memperkuat tulang Ibu dan bayi. Kalsium ini bisa diperoleh dari susu, keju, yoghurt, hingga sayur seperti brokoli ataupun kale.

Ibu juga harus mendapatkan makanan yang mengandung vitamin D tinggi seperti ikan. Nutrisi lainnya yang juga harus dipenuhi Ibu adalah PROTEIN untuk membantu pertumbuhan bayi, yang dapat Ibu peroleh dari daging sapi, ayam, telur dan ikan.

Berikutnya, Ibu juga perlu mengonsumsi zat besi untuk mencegah anemia. Zat besi ini bisa diperoleh dari daging merah, ayam, ikan, serta kacang-kacangan dan sayuran seperti bayam.

Untuk melengkapi asupan nutrisi, Ibu juga perlu mengonsumsi susu kehamilan PRENAGEN. Selain kandungan nutrisi yang lengkap, susu ini juga dapat membantu Ibu dalam mengurangi gejala mual dan muntah selama trimester awal kehamilan. Mari Ibu, ketahui selengkapnya tentang PRENAGEN pada halaman berikut ini: Kandungan Susu PRENAGEN emesis dan Manfaatnya.

 

Referensi: 

  • Today. How to Conceive a Boy. Diakses pada tanggal 07 Juni 2024. https://www.today.com/parents/babies/how-to-conceive-a-boy-rcna39878
  • WebMD. Folate (Folic Acid). Diakses pada 7 Juni 2024. https://www.webmd.com/diet/supplement-guide-folic-acid 
  • Healthline. Top 15 Calcium-Rich Foods (Many Are Nondairy). Diakses pada 7 Juni 2024. https://www.healthline.com/nutrition/15-calcium-rich-foods
  • Healthline. Can I Change My Diet to Conceive a Boy? Diakses pada tanggal 20 Juni 2024. https://www.healthline.com/health/pregnancy/diet-to-conceive-a-boy
  • Mayo Clinic. Pregnancy week by week. Diakses pada tanggal 20 Juni 2024. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-nutrition/art-20045082

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Gusi Berdarah Saat Hamil? Ini Penyebab Gingivitis Gravidarum dan Cara Mengatasinya
Pahami apa itu gingivitis gravidarum, risiko radang gusi di tiap trimester, pengaruh morning sickness, hingga nutrisi penting pencegah radang gusi.
Masa Kehamilan
Usia Kehamilan Aterm untuk Persalinan dan Tumbuh Kembang Buah Hati
Ketahui jawaban pasti berapa minggu usia kehamilan aterm menurut klasifikasi medis terbaru, risiko persalinan, serta panduan nutrisi trimester ketiga di sini.
Masa Kehamilan
Manfaat Pilates Ibu Hamil dan Gerakan Aman Per Trimester
Ketahui mengenai pilates untuk ibu hamil, manfaatnya bagi persalinan, panduan gerakan per trimester, hingga tips nutrisi untuk pemulihan otot Ibu.
Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN