Masa Kehamilan

Pentingnya Melakukan Tahap Perawatan Masa Nifas

Ditulis oleh: Amicis

Pentingnya Melakukan Tahap Perawatan Masa Nifas

Masyarakat tentu sering mendengar tentang masa nifas. Namun, hanya sedikit dari mereka yang tahu apa itu nifas. Masa nifas adalah, masa dimana cairan darah keluar sesudah proses melahirkan. Pada masa ini, pembersihan rahim yang diawali sesudah proses persalinan sampai dengan 6 minggu setelah masa persalinan.

Baca Juga: Waspadalah Terhadap Gejala Darah Nifas Berbau

Masa nifas dihitung setelah plasenta lahir dan dikeluarkan melalui jalan lahir. Masa nifas ini, tidak kalah penting pada saat proses kehamilan yang juga memerlukan perawatan yang cukup. Untuk itu, berikut beberapa tahap perawatan masa nifas yang perlu Anda lakukan:

Kebersihan Diri

Saat masa nifas berlangsung, ibu hamil harus pintar dalam merawat kebersihan dirinya. Hal ini dilakukan, sebab pada masa nifas ibu hamil rentan terserang kumat dan bakteri yang akan masuk ke dalam vagina. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Perhatikan kebersihan kelamin, hal ini sangatlah penting dilakukan. Bersihkanlah bagian vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang setelah itu membersihkan daerah sekitar anus.
  • Mandi 2 kali sehari dengan membersihkan seluruh tubuh.
  • Saat hendak makan, sebaiknya ibu hamil cuci tangan menggunakan sabun.
  • Hindari menyentuh luka jahitan.

Gizi

Ketika hamil, kebutuhan gizi ibu hamil sangatlah penting, begitupun dengan masa nifas. Hal itu disebabkan, saat masa nifas ibu hamil memerlukan berbagai macam makanan bergizi untuk menjaga kesehatan dan memulihkan tenaganya. Berikut caranya agar gizi tercukupi:

  • Mengonsumsi kalori sebanyak 500 tiap hari.
  • Minum air putih sebanyak 3 liter setiap harinya.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Perawatan Luka Robekan

Luka robekan pada jalan lahir harus dijaga untuk menghindari terjadinya infeksi dengan melakukan perawatan. Yaitu dengan tidak menggunakan pembalut terlalu tebal, tetapi ganti pembalut setiap habis buang air kecil ataupun buang air besar. Usai buang air kecil, keringkan daerah luka dengan kain yang lembut dan bersih. Gunakanlah celana dalam yang mudah untuk menyerap keringat seperti cotton. Apabila dokter memberikan obat salep atau oles, gunakanlah setelah luka kering dan bersih.

Identifikasi Adanya infeksi dan Pendarahan

Sisa-sisa pada selaput ketuban,sel-sel rahim yang menebal seperti darah saat hamil akan keluar seperti menstruasi, Ini merupakan hal yang normal. Darah akan berwarna merah kurang lebih sampai 2 hari. Di hari ke 3, darah mulai berwarna kuning namun masih terdapat kandungan darah. Setelah itu, darah mulai berwarna kuning tanpa adanya kandungan darah. Perlu diwaspadai, ketika darah masih berwarna merah lebih dari 7 hari.

Identifikasi Adanya Peningkatan Suhu Tubuh

Usai bersalin, suhu badan ibu dapat naik mencapai 0,5 derajat C, namun tidak akan melebihi 38 derajat C.  Setelah 12 jam pertama, suhu badan akan kembali normal. Jika suhu melebihi dari 38 derajat C, mungkin telah terjadi infeksi. Suhu yang meningkat seperti itu, akan menyebabkan dehidrasi. Agar tidak kekurangan cairan, minumlah air putih paling tidak 8 gelas sehari guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Baca Juga: Emosi dan Pikiran Positif Perlancar Proses Kelahiran

Mobilisasi Secara Aktif

Berjalan ataupun melakukan aktivitas setelah melahirkan, boleh dilakukan sesudah dokter menganjurkan. Hal ini guna mencegah adanya pendarahan saat mengawali aktivitas, maka ibu harus memulai dari duduk tempat tidur, berdiri dengan berpegangan pada tempat tidur, kemudian berjalan di samping tempat tidur dan lanjutkan berjalan-jalan di ruang perawatan. Tahapan ini dilakukan, agar ibu dapat beraktivitas dengan normal kembali.

Sebenarnya, darah nifas yang keluar sesudah persalinan merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, janganlah ragu untuk konsultasikan pada dokter apabila terdapat hal yang ingin ditanyakan.