Masa Kehamilan

Ikut Program Hamil? Perhatikan Dulu Hal Ini Ya, Bun

Ditulis oleh: Amicis

Ikut Program Hamil? Perhatikan Dulu Hal Ini Ya, Bun

Bagi pasangan yang sudah menikah, memiliki keturunan merupakan hal yang sangat dinantikan. Sayangnya, tidak semua pasangan bisa dengan cepat memperoleh keturunan setelah menikah. Tak jarang, calon ayah dan ibu harus melakukan program hamil untuk memenuhi keinginan tersebut. Memang pada umumnya, program hamil dilakukan ketika sudah beberapa lama menikah namun tidak juga kunjung hamil. Program hamil harus dilakukan di bawah pengawasan dokter dan tidak boleh sembarangan. Sebelum melakukannya, ada beberapa yang perlu dipersiapkan terlebih dulu agar program kehamilan bisa berhasil.

Baca juga:Ingin Segera Hamil? Yuk Amati Masa Subur

Berikut ini 8 hal yang perlu disiapkan saat ibu ingin merencanakan program hamil.

1. Persiapkan Mental dan Finansial

Buah hati merupakan titipan dari Tuhan yang harus dirawat dan diasuh dengan baik. Selain memberikan kasih sayang yang cukup, orang tua juga harus mempersiapkan kebutuhan anak dengan baik ketika sudah lahir ke dunia. Oleh karena itu, ketika ingin ikut program hamil, pastikan dulu apakah ibu dan pasangan sudah siap dengan komitmen tersebut.

Pastikan calon ibu dan ayah sudah mempersiapkan mental dalam menyambut kehadiran buah hati. Ibu dan pasangan harus siap membagi kehidupan antara kehidupan pribadi dan keluarga. Kebutuhan finansial saat hamil pastinya juga akan lebih besar sehingga harus dipersiapkan dengan matang.

2. Konsultasi dengan Dokter Kandungan

Jika ingin mengikuti program kehamilan, ibu dapat melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Konsultasikan riwayat kesehatan mulai dari penyakit genetis yang harus diantisipasi, kesehatan organ reproduksi, hingga kemungkinan ada penyakit lain yang bisa mengganggu program hamil kedepannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, jangan lupa untuk menanyakan kapan waktu yang tepat untuk memulai program hamil.

Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi calon ibu dan ayah, serta merekomendasikan beberapa suplemen yang bisa mempermudah program hamil. Dokter juga akan memberikan vaksin TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) untuk mencegah bayi lahir cacat.

3. Ketahui Masa Subur

Untuk mempercepat proses kehamilan, ibu harus mengetahui masa subur. Caranya yaitu dengan mulai mencatat periode menstruasi setiap bulannya. Selain dengan cara manual, ibu juga bisa melakukan pemeriksaan USG transvaginal untuk melihat sel telur. USG transvaginal dilakukan pada hari ke 2 haid. Dengan mengetahui masa subur, program kehamilan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil.

Umumnya, masa subur terjadi 12 hingga 15 hari sebelum periode menstruasi pertama. Kondisi ini bisa dilihat dari suhu basal tubuh yang berada pada suhu 36 derajat celcius. Suhu saat masa ovulasi ini naik 0,5 derajat celcius dari suhu normal yang biasanya memiliki suhu tubuh 35.5 derajat celcius. Ibu juga bisa memperhatikan lendir serviks yang ditandai dengan adanya cairan bening lengket di vagina yang berfungsi untuk mempercepat jalannya sperma. Dengan membaca kapan masa subur terjadi, ibu memiliki peluang yang cukup besar untuk hamil.

4. Hindari Depresi

Kondisi mental ibu sangat mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi dan perkembangan janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, jika ingin mengikuti program hamil, pastikan calon ibu dan ayah dalam kondisi mental yang baik, hindari depresi dan pikiran-pikiran negatif yang bisa mengganggu kesuburan dan keberhasilan proses kehamilan.

Jika selama program kehamilan ibu mengalami gejala depresi, ada baiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Biasanya dokter akan merekomendasikan konsultasi dengan psikiater dan terapis. Jika diperlukan akan diberikan obat anti depresan yang aman dikonsumsi saat program kehamilan.

5. Atur Pola Makan Sehat dan Konsumsi Asam Folat

Untuk meningkatkan kesuburan, calon ibu dan ayah juga harus bisa mengatur pola makan sehat ketika program hamil. Ibu bisa memperbanyak konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian, serta makanan tinggi protein lainnya seperti daging. Untuk ayah, perbanyak konsumsi toge dan makanan yang tinggi protein seperti susu dan daging agar kualitas sperma menjadi lebih baik. Perbanyak juga sayur dan buah, serta air putih yang cukup.

Selain makan makanan yang sehat, ibu yang sedang merencanakan kehamilan dianjurkan mengonsumsi asam folat minimal 400 mikrogram per hari. Ibu bisa mendapatkan asupan asam folat dari susu khusus kehamilan atau dari suplemen yang diberikan oleh dokter. Dengan konsumsi asam folat yang cukup, potensi keberhasilan kehamilan akan lebih besar.

6. Hindari Rokok dan Alkohol

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merokok dan mengonsumsi alkohol dapat mempengaruhi kesuburan serta menyebabkan keguguran. Oleh sebab itu, pasangan yang tengah mengikuti program hamil disarankan untuk menghindari rokok dan alkohol terutama bagi ibu. Bagi ayah, mengkonsumsi tembakau juga bisa menyebabkan jumlah sperma menjadi menurun sehingga bisa menggagalkan program kehamilan.

Selain menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, ada baiknya ibu juga rutin memeriksa organ reproduksi pada masa program kehamilan. Salah satunya dengan melakukan USG transvaginal untuk melihat sel telur apakah sudah siap dibuahi atau belum. Untuk meningkatkan presentasi kehamilan, ada baiknya pilih waktu yang tepat untuk usg program hamil agar bisa mengetahui kapan masa subur yang terbaik.

7. Hindari Ikan Laut yang Mengandung Merkuri

Saat mengikuti program hamil, ibu disarankan untuk mengonsumsi asam lemak omega 3 yang baik untuk pertumbuhan otak janin. Nutrisi ini paling mudah didapatkan dari ikan-ikanan. Namun perlu ibu tahu, bahwa beberapa jenis ikan mengandung zat berbahaya, seperti merkuri yang justru bisa membahayakan janin dalam kandungan. Beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri berdasarkan data biaya program hamil di dokter kandungan 2018, antara lain seperti ikan tuna putih, hiu, king mackerel, dan juga tilefish. Sedangkan ikan yang bagus dikonsumsi saat program kehamilan antara lain salmon dan trout.

8. Kontrol Berat Badan

Penumpukan lemak ternyata bisa menyebabkan ibu sulit memiliki buah hati, karena jalannya sperma menuju ovum menjadi terhambat. Oleh karena itu, ibu perlu mengontrol berat badan agar tetap ideal. Hal ini juga berlaku untuk calon ayah. Saat berkomitmen untuk hamil, ada baiknya batasi konsumsi makanan yang mengandung gula terlalu tinggi. Sebagai gantinya perbanyak protein dan makanan yang kaya serat.

Baca juga:Jarak Ideal antara Kehamilan Pertama dan Kedua

Tidak semua pasangan yang telah menikah bisa segera memiliki buah hati sesuai dengan keinginannya. Beberapa diantaranya harus melakukan usaha lebih untuk mendapatkan momongan, salah satunya dengan melakukan program hamil. Saat ini telah banyak dokter dan rumah sakit yang menyediakan program tersebut. Ajukan pertanyaan saat konsultasi program hamil untuk mengetahui berbagai hal yang perlu dilakukan dan dihindari selama proses kehamilan. Nah, bagi ibu yang masih bingung dan penasaran berapa sih biaya yang harus dikeluarkan untuk program ini? Coba saja tanyakan biaya program hamil ke klinik terdekat. Dengan usaha yang maksimal, keinginan untuk memiliki buah hati pastinya akan lebih mudah dikabulkan oleh Tuhan.