Tensi rendah saat hamil dapat terjadi karena perubahan hormon yang membuat pembuluh darah melebar. Kondisi ini merupakan bagian dari perubahan tubuh selama kehamilan. Namun, rasa pusing atau lemas belum tentu berarti tekanan darah Ibu rendah. Cara paling tepat untuk mengetahuinya dengan mengukur tekanan darah.
Keluhan seperti pusing dan lemas tentu dapat membuat Ibu khawatir, terutama saat sedang beraktivitas. Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, penting untuk mengenali kondisi tubuh sebelum menentukan cara mengatasinya. Yuk, pahami penyebab tensi rendah, perbedaannya dengan anemia, serta langkah yang dapat dilakukan saat keluhan muncul.
Tekanan darah umumnya disebut rendah jika hasil pengukurannya berada di bawah 90/60 mmHg. Namun, angka tersebut tetap perlu dilihat bersama kondisi dan keluhan yang Ibu rasakan. Ada orang yang memiliki tekanan darah rendah tanpa keluhan, sementara yang lain dapat merasa pusing, lemas, atau mengalami pandangan kabur.
Selama kehamilan, perubahan hormon membantu melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah dapat menurun. Kondisi ini lebih sering terjadi pada trimester pertama dan kedua. Ketika rahim semakin membesar, berbaring telentang juga dapat menekan pembuluh darah besar dan mengurangi aliran darah kembali ke jantung pada sebagian Ibu.
Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan. Minum air yang cukup dapat membantu meredakan gejala tekanan darah rendah. Jika pusing atau lemas sering muncul, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Tensi rendah dan anemia merupakan dua kondisi yang berbeda. Tensi rendah berkaitan dengan tekanan darah, sedangkan anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah rendah. Keduanya sama-sama dapat menyebabkan pusing atau lemas. Karena itu, istilah “darah rendah” dan “kurang darah” sebaiknya tidak digunakan bergantian.
Untuk mengetahui apakah Ibu mengalami anemia, diperlukan pemeriksaan darah, termasuk kadar hemoglobin. Pemeriksaan lain seperti ferritin juga dapat dilakukan untuk melihat cadangan zat besi. Jika ditemukan kekurangan zat besi, penanganannya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, bukan digunakan sebagai cara untuk langsung menaikkan tekanan darah.
Saat mulai merasa pusing, hentikan aktivitas sejenak dan cari posisi yang aman. Jika terasa hampir pingsan, beri tahu orang di sekitar agar Ibu bisa segera mendapat bantuan. Beberapa langkah berikut dapat dilakukan sesuai situasi:
| Situasi | Langkah yang Dapat Dilakukan |
|---|---|
| Terasa hampir pingsan | Minta bantuan, lalu duduk atau berbaring miring agar tidak terjatuh. |
| Pusing saat bangun dari tempat tidur | Duduk terlebih dahulu, lalu berdiri secara perlahan. |
| Pusing setelah berdiri lama | Duduk dan beristirahat sejenak. |
| Rasa hampir pingsan sudah mereda | Minum air dan makan camilan setelah sadar penuh serta dapat menelan dengan aman. |
Langkah tersebut dapat membantu meredakan keluhan, tetapi belum menjelaskan penyebabnya. Cara mengatasi tensi rendah saat hamil tetap perlu disesuaikan dengan kondisi Ibu. Jika pusing sering berulang atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter atau bidan.
Segera cari pertolongan jika pusing terasa berat atau tidak kunjung membaik. Ibu juga perlu segera diperiksa jika keluhan disertai tanda lain yang mengkhawatirkan. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
Pingsan untuk pertama kali juga perlu diperiksakan. Jika Ibu tidak sadar kembali dalam satu menit atau mengalami cedera serius saat terjatuh, orang yang mendampingi perlu segera meminta bantuan darurat. Hindari memberikan makanan atau minuman sebelum Ibu kembali sadar sepenuhnya.
Jika memungkinkan, catat kapan keluhan muncul dan aktivitas yang dilakukan sebelumnya. Hasil pengukuran tekanan darah juga dapat dibawa saat pemeriksaan. Namun, jangan menunda mencari pertolongan hanya untuk mengukur tekanan darah jika sudah muncul tanda bahaya.
Pilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan penyebab keluhan. Utamakan pola makan yang beragam, cukup cairan, dan makan teratur untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Biasakan minum air sepanjang hari dan hindari melewatkan waktu makan. Jika lebih nyaman, Ibu dapat makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering. Perlu diketahui bahwa gula darah rendah juga dapat menyebabkan pusing, tetapi kondisi ini berbeda dari tekanan darah rendah.
Jika Ibu mengalami kekurangan zat besi, lengkapi menu dengan sumber zat besi seperti daging yang dimasak matang, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan sereal fortifikasi. Padukan dengan sumber vitamin C, seperti jeruk, untuk membantu penyerapan zat besi. Jika pemeriksaan menunjukkan anemia akibat kekurangan zat besi, ikuti pengobatan yang dianjurkan tenaga kesehatan.
Selain dari makanan utama, susu dapat menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Namun, susu bukan pengobatan untuk tekanan darah rendah atau pengganti terapi anemia. Jika Ibu mengonsumsi tablet atau suplemen zat besi, beri jeda sekitar 1–2 jam sebelum atau sesudah minum susu agar kalsium tidak mengganggu penyerapan zat besi.
Kebutuhan nutrisi setiap Ibu dapat berbeda, sehingga pelengkap asupan sebaiknya dipilih dengan melihat kandungannya dan disesuaikan dengan pola makan sehari-hari. Sebagai referensi, Ibu dapat melihat kandungan dan manfaat PRENAGEN untuk Ibu dan calon bayi untuk mengenali kandungan nutrisinya.
Referensi