Gaya Hidup

Tips Aman Hubungan Intim ketika Hamil 9 Bulan

Tips Aman Hubungan Intim ketika Hamil 9 Bulan

Mungkin banyak pasangan berpikir berhubungan intim ketika sang istri yang tengah hamil adalah hal berbahaya, terutama di usia kehamilan tua. Namun, dengan panduan yang tepat dan persetujuan dari dokter kandungan Anda, berhubungan intim saat hamil 9 bulan aman untuk dilakukan. Bahkan, beberapa pakar kesehatan mengemukakan bahwa aktivitas ini dapat berperan penting dalam persiapan persalinan.

Sedikit berbeda dengan kondisi kehamilan muda usia tiga bulan atau trimester pertama, pasangan suami istri sebaiknya waspada dan menunda hubungan intim terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan pada tiga bulan pertama merupakan masa rawan dimana janin mulai terbentuk. 

Adanya benturan sedikit saja menyebabkan janin rawan keguguran. Hubungan seks di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi, plasenta belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran apabila terjadi kontraksi dahsyat.

Hubungan Intim Saat Hamil 9 Bulan Diperbolehkan

Tentu terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar aktivitas tersebut tidak membahayakan Ibu dan calon anak di kandungan. Selama Ibu memiliki kehamilan normal, Ibu bisa berhubungan intim di usia kehamilan tua kecuali jika ada alasan medis dan saran dari dokter untuk tidak melakukannya. 

Beberapa wanita melakukan hubungan intim yang benar hingga akhir kehamilan dan menikmatinya seperti berhubungan intim secara normal. Ada sebagian wanita mengalami pendarahan atau gejala lain saat berhubungan intim saat hamil. 

Apabila Ibu salah satu dari wanita itu, maka sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter atau bidan. Namun gejala tersebut umumnya hanyalah minoritas kecil yang dialami wanita ketika hamil.

Melakukan hubungan intim saat hamil 9 bulan bahkan memiliki manfaat. Pada saat berhubungan intim, zat prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat menimbulkan kontraksi guna membantu secara tidak langsung akan kondisi penekanan sehingga kepala bayi dapat masuk ke jalur lahir bagian bawah panggul. 

Akan tetapi, hubungan intim pada usia kehamilan tua tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Hubungan intim aman dilakukan selama dokter kandungan tidak mengatakan kondisi kehamilan rawan keguguran, Ibu rentan perdarahan, berisiko pecah ketuban, ataupun plasenta janin berada di bawah. 

Selain itu, janganlah segan dan banyak bertanya kepada dokter kandungan dan lakukanlah konsultasi itu minimal sebulan sekali.

Kapan Harus Menghindari Hubungan Intim Saat Hamil 9 Bulan?

Penting untuk selalu mendengarkan tubuh Anda dan rekomendasi dokter. Meskipun umumnya aman, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk menunda atau menghindari hubungan intim di kehamilan trimester ketiga, antara lain:

  • Riwayat kelahiran prematur atau persalinan dini: Jika ada risiko persalinan prematur.
  • Perdarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan: Segera konsultasi ke dokter jika terjadi perdarahan.
  • Pecah ketuban atau kebocoran cairan ketuban: Ini adalah kondisi darurat medis.
  • Plasenta previa: Kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.
  • Serviks yang melemah (insufisiensi serviks): Risiko pembukaan serviks prematur.
  • Infeksi menular seksual (IMS) yang aktif: Untuk mencegah penularan ke janin.
  • Kehamilan kembar atau lebih: Terkadang ada rekomendasi khusus dari dokter.

Jika Anda mengalami kontraksi yang tidak biasa, nyeri, atau ketidaknyamanan setelah berhubungan intim, segera hubungi dokter kandungan Anda.

Manfaat Hubungan Intim Saat Hamil 9 Bulan (Jika Diizinkan Dokter)

Selain aspek keintiman, berhubungan intim di trimester ketiga, dengan persetujuan dokter, dapat memiliki beberapa manfaat:

  • Potensi Membantu Pematangan Serviks: Sperma mengandung zat prostaglandin, yang secara alami dapat membantu mematangkan serviks dan memicu kontraksi ringan. Namun, penting untuk dicatat bahwa ini bukan metode induksi persalinan yang dijamin dan harus selalu dibicarakan dengan dokter.
  • Meningkatkan Sirkulasi Darah: Aktivitas fisik ringan dapat membantu melancarkan peredaran darah.
  • Mengurangi Stres dan Kecemasan: Keintiman fisik dapat melepaskan hormon endorfin, yang dikenal sebagai 'hormon kebahagiaan', membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood ibu hamil.
  • Memperkuat Ikatan Pasangan: Kehamilan bisa menjadi masa yang menegangkan. Menjaga keintiman fisik dan emosional dapat memperkuat hubungan suami istri.
  • Persiapan Otot Panggul: Beberapa posisi dapat membantu melatih otot-otot dasar panggul secara tidak langsung.

Posisi Hubungan Intim yang Nyaman dan Aman Ketika Hamil Tua

Kondisi perut yang semakin membesar di usia kehamilan 9 bulan menuntut adaptasi. Berikut beberapa posisi yang umumnya dianggap nyaman dan aman:

  • Woman on Top (Wanita di Atas): Posisi ini memungkinkan ibu hamil mengontrol kedalaman penetrasi dan ritme gerakan, mengurangi tekanan pada perut. Ibu bisa menghadap pasangan atau membelakangi untuk variasi.
  • Spoon: Kedua pasangan berbaring menyamping dengan suami di belakang istri. Posisi ini meminimalkan tekanan pada perut dan punggung.
  • Side-by-Side (Bersebelahan): Pasangan berbaring berhadapan atau membelakangi satu sama lain, memungkinkan penetrasi dangkal dan kontrol penuh.
  • Duduk di Kursi/Tepi Ranjang: Ibu hamil bisa duduk di pangkuan pasangan yang duduk di kursi atau di tepi ranjang. Ini juga mengurangi tekanan pada perut.

Tips Tambahan untuk Kenyamanan:

  • Gunakan Bantal: Letakkan bantal di bawah pinggul atau punggung untuk menopang dan menemukan sudut yang nyaman.
  • Komunikasi Terbuka: Selalu bicarakan apa yang terasa nyaman atau tidak nyaman dengan pasangan.
  • Gerakan Lembut: Hindari gerakan yang terlalu cepat atau kasar.
  • Relaksasi: Jangan ragu untuk berhenti jika merasa tidak nyaman atau lelah.

Berapa Kali Hubungan Suami Istri Saat Hamil 9 Bulan? 

Frekuensi hubungan suami istri saat hamil 9 bulan dapat bervariasi untuk setiap pasangan. Setiap pasangan harus berkomunikasi dan mempertimbangkan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing. Dalam beberapa kasus, ada beberapa rekomendasi yang dapat menjadi pedoman umum:

Dengarkan Tubuh Ibu 

Ibu hamil harus selalu mendengarkan tubuh mereka sendiri. Jika merasa nyaman dan tidak ada tanda-tanda komplikasi, aktivitas seksual dapat dilanjutkan. Namun, jika terdapat ketidaknyamanan, sakit, atau perdarahan setelah berhubungan intim, sebaiknya tunda berhubungan seksual hingga setelah melahirkan 40 hari. 

Komunikasi dengan Suami 

Penting untuk berkomunikasi dengan suami Ibu untuk tetap menjaga keintiman tanpa membahayakan kandungan. Selain hubungan penetrasi, keintiman bisa diciptakan dengan cara lain seperti berpelukan atau dalam momen-momen romantis non-seksual lainnya. 

Konsultasikan dengan Dokter

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan mengenai kondisi kehamilan Ibu dan apakah ada batasan atau komplikasi yang memengaruhi aktivitas seksual. Dokter akan memberikan nasihat yang sesuai berdasarkan kondisi Ibu dan pasangan. 

Ada banyak manfaat berhubungan intim ketika hamil 9 bulan bila dilakukan dengan benar. Ibu boleh melakukan hubungan intim saat hamil tua selama kehamilan normal dan tidak ada larangan tertentu dari dokter. Baca selengkapnya di sini yuk: Manfaat Berhubungan Intim

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Gusi Berdarah Saat Hamil? Ini Penyebab Gingivitis Gravidarum dan Cara Mengatasinya
Pahami apa itu gingivitis gravidarum, risiko radang gusi di tiap trimester, pengaruh morning sickness, hingga nutrisi penting pencegah radang gusi.
Masa Kehamilan
Usia Kehamilan Aterm untuk Persalinan dan Tumbuh Kembang Buah Hati
Ketahui jawaban pasti berapa minggu usia kehamilan aterm menurut klasifikasi medis terbaru, risiko persalinan, serta panduan nutrisi trimester ketiga di sini.
Masa Kehamilan
Manfaat Pilates Ibu Hamil dan Gerakan Aman Per Trimester
Ketahui mengenai pilates untuk ibu hamil, manfaatnya bagi persalinan, panduan gerakan per trimester, hingga tips nutrisi untuk pemulihan otot Ibu.
Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN