Gejala & Solusi

IUGR: Pertumbuhan Janin Terhambat. Ini Penyebab & Gejalanya

IUGR: Pertumbuhan Janin Terhambat. Ini Penyebab & Gejalanya

Semua Ibu pasti ingin tumbuh kembang Buah Hati berjalan dengan baik, bahkan sejak masih berada di dalam kandungan, lahir, hingga kelak dewasa. Oleh karena itu, Ibu harus selalu memantau tumbuh kembang Buah Hati agar tidak mengalami IUGR. IUGR atau Intrauterine Growth Restriction adalah terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan Buah Hati dalam kandungan. Kenali pengertian IUGR dan penyebabnya pada artikel ini ya, supaya Ibu bisa melakukan pencegahan.

Apa Itu IUGR (Intrauterine Growth Restriction)?

IUGR (Intrauterine Growth Restriction) adalah terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan Buah Hati dalam kandungan. Perkembangan Buah Hati yang terhambat ini bisa menjadi masalah serius kalau tidak ditangani segera. 

Itu sebabnya, Ibu hamil perlu rutin memeriksakan kehamilan, minimal 4 kali, yaitu pada trimester pertama, kedua, dan dua kali pemeriksaan pada trimester ketiga kehamilan. Tujuannya, supaya bisa melakukan penanganan secara cepat ketika ditemukan kondisi IUGR . 

Gejala IUGR (Intrauterine Growth Restriction)

Intrauterine growth retardation (IUGR) tidak secara langsung menimbulkan gejala yang kasat mata. Namun, saat Ibu menyadari ukuran perut yang lebih kecil dibandingkan ukuran Ibu hamil lainnya pada usia kehamilan yang sama, alangkah baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Dalam pemeriksaan kehamilan, petugas kesehatan akan mencari tahu berbagai gejala Intrauterine Growth Restriction (IUGR), seperti:

  • Hasil ultrasound (USG) tidak normal dan tidak menunjukkan perkembangan dibandingkan hasil pemeriksaan sebelumnya.
  • Pemeriksaan kadar hCG (human gonadotropin ) atau hormon kehamilan lebih rendah dari seharusnya.
  • Tidak ditemukan detak jantung Buah Hati pada saat pemeriksaan.
  • Tidak ada pergerakan yang dilakukan Buah Hati, yang biasanya bisa Ibu rasakan mulai trimester kedua kehamilan.

Penyebab IUGR (Intrauterine Growth Restriction)

 Intrauterine Growth Restriction

Penyebab IUGR paling umum, yaitu terhambatnya pasokan nutrisi dan oksigen dalam kandungan, sehingga mengakibatkan pertumbuhan Buah Hati jadi terganggu. Banyak faktor yang membuat asupan nutrisi dan transfer oksigen terganggu, di antaranya:

  • Ibu menderita penyakit tertentu, seperti mengalami anemia, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, malnutrisi, atau karena menderita infeksi tertentu. 
  • Dalam kondisi hamil, Ibu masih merokok atau masih dalam kondisi ketergantungan zat adiktif (obat-obatan terlarang) dan kecanduan alkohol.
  • Terjadi permasalahan pada rahim dan plasenta, seperti plasenta previa, solusio plasenta, aliran darah ke rahim dan plasenta tidak lancar, atau terjadi infeksi di jaringan di sekitar Buah Hati.
  • Ada kelainan bawaan pada Buah Hati atau cacat lahir, seperti sindrom Fanconi, anensefali, down sindrom, serta hamil kembar.

Jenis IUGR (Intrauterine Growth Restriction)

Ada 2 jenis IUGR, yaitu:

  • IUGR asimetris: ukuran tubuh tidak proporsional. Contoh: ukuran kepala  normal dan sesuai dengan usia gestasi, namun tubuh tidak berkembang sehingga berukuran lebih kecil dari seharusnya.
  • IUGR simetris: terhambatnya pertumbuhan Buah Hati yang dilihat dari ukuran tubuh dan organ di dalam tubuh semuanya berukuran kecil.

Penyakit yang Dapat Ditimbulkan oleh IUGR (Intrauterine Growth Restriction)

Buah Hati dengan pertumbuhan yang terganggu selama masa kehamilan akan memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai gangguan kesehatan setelah lahir. Beberapa penyakit yang umum terjadi pada Buah Hati dengan IUGR, di antaranya:

  • Suhu tubuh rendah (hipotermia) dengan kadar oksigen yang juga rendah saat lahir.
  • Memiliki lebih banyak jumlah sel darah abnormal, mengalami gula darah rendah (hipoglikemia), bahkan bisa mengalami gangguan sistem saraf, pencernaan, maupun pernapasan.
  • Buah Hati rentan mengalami infeksi, berat badan sulit naik, atau bisa pula mengalami keterlambatan perkembangan motorik.
  • Berisiko mengalami sindrom kematian Buah Hati secara mendadak (SIDS), cerebral palsy, buta, atau tuli.

Cara Mengobati IUGR (Intrauterine Growth Restriction)

 makanan sehat mencegah uigr

Cara mengobati IUGR sudah tentu Ibu harus memeriksakan diri ke dokter. Nanti dokter akan memutuskan cara pengobatan terbaik yang sesuai dengan riwayat kesehatan Ibu, usia kehamilan, dan kondisi Buah Hati. Beberapa metode yang umum digunakan untuk mengobati kasus kehamilan dengan IUGR, antara lain:

1. Memperhatikan Makanan dan Nutrisi yang Dikonsumsi

Ibu perlu memperhatikan asupan nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi selama kehamilan, supaya tidak mengalami malnutrisi dan berat badan tetap ideal. Selain mengkonsumsi makanan sehat, lengkapi kebutuhan asupan nutrisi dan gizi dengan konsumsi susu kehamilan sebagai sumber nutrisi tambahan untuk Buah Hati. Baca artikel berikut untuk mendapatkan rekomendasi susu Ibu hamil yuk: Susu Ibu Hamil yang Bagus untuk Perkembangan Buah Hati

2. Banyak Istirahat

Untuk kondisi tertentu, dokter akan menyarankan Ibu hamil yang mengalami IUGR untuk bed rest atau istirahat di rumah sakit dan berada di bawah pengawasan dokter. Tujuannya, untuk meningkatkan sirkulasi darah dari Ibu ke Buah Hati, sehingga Buah Hati bisa tumbuh dengan baik.

3. Induksi Persalinan

Induksi persalinan akan dilakukan untuk mempercepat persalinan jika IUGR terjadi pada usia kehamilan 34 minggu. Sementara jika terjadi di usia kurang dari 34 minggu, maka Ibu akan mendapatkan suntikan kortikosteroid demi memaksimalkan fungsi paru-paru. Berikut ini penjelasan lebih lengkap tentang syarat persalinan induksi berikut ini: Kapan Induksi Persalinan Perlu Dilakukan?

4. Operasi Caesar

Jika IUGR berisiko mengancam keselamatan Ibu dan Buah Hati, maka akan diambil tindakan berupa operasi caesar untuk mempercepat proses persalinan.

Selain menjaga pola makan dan mengkonsumsi nutrisi tambahan, ibu hamil juga harus aktif melakukan gerakan ringan dan menghindari stres agar Buah Hati tetap sehat dan normal. Terapkan mulai sekarang yuk. 

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Gusi Berdarah Saat Hamil? Ini Penyebab Gingivitis Gravidarum dan Cara Mengatasinya
Pahami apa itu gingivitis gravidarum, risiko radang gusi di tiap trimester, pengaruh morning sickness, hingga nutrisi penting pencegah radang gusi.
Masa Kehamilan
Usia Kehamilan Aterm untuk Persalinan dan Tumbuh Kembang Buah Hati
Ketahui jawaban pasti berapa minggu usia kehamilan aterm menurut klasifikasi medis terbaru, risiko persalinan, serta panduan nutrisi trimester ketiga di sini.
Masa Kehamilan
Manfaat Pilates Ibu Hamil dan Gerakan Aman Per Trimester
Ketahui mengenai pilates untuk ibu hamil, manfaatnya bagi persalinan, panduan gerakan per trimester, hingga tips nutrisi untuk pemulihan otot Ibu.
Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN