Gaya Hidup

Waspada Pendarahan Ketika Hamil

Waspada Pendarahan Ketika Hamil

Ketika mengalami pendarahan ketika hamil, wajar jika Ibu merasa panik dan juga cemas. Sebab, pendarahan merupakan salah satu pertanda yang dialami saat terjadi keguguran. Hal ini terjadi bukan karena Ibu mengalami kekurangan nutrisi Ibu hamil, tetapi lebih kepada kondisi biologis Ibu. Akan tetapi Ibu juga harus tahu bahwa pendarahan tidak selalu berujung pada kegagalan kehamilan. Pasalnya, pendarahan merupakan sesuatu yang wajar dan normal terjadi, terutama di masa kehamilan. Oleh sebab itu, Ibu harus mengetahui mana pendarahan yang wajar dan mana pendarahan yang membahayakan. Simak dalam artikel ini, ya.

Baca Juga: Pendarahan Saat Kehamilan? Jangan Panik!

Menurut American Pregnancy Association, pendarahan normal yang terjadi pada Ibu hamil di trimester pertama umumnya hanya keluar sedikit dan tidak berlangsung lama (kurang dari tiga hari). Darahnya pun hanya berupa bercak seperti saat akhir menstruasi. Pendarahan ketika hamil ini bisa terjadi karena berhubungan seks saat hamil, hormon kehamilan, pendarahan implantasi, atau bahkan terjadi setelah Ibu menjalani pemeriksaan internal di dokter kandungan.

Sementara itu, pendarahan bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang membahayakan, jika pendarahan tersebut disertai dengan kram perut, darah keluar dalam jumlah banyak, dan warna darahnya terang. Jika Ibu mengalami gejala ini, sebaiknya segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Sebab jika tidak, dikhawatirkan Ibu akan mengalami beberapa pendarahan berbahaya di bawah ini:

  1. Pendarahan subkorionik
    Pendarahan ini terjadi di sekitar plasenta dan meski bisa membahayakan, kehamilan Ibu masih bisa diselamatkan dengan perawatan yang tepat. Jika dibiarkan, pendarahan ini bisa menyebabkan persalinan prematur atau membuat plasenta lepas dari dinding rahim sehingga mengalami keguguran.
  2. Chemical pregnancy
    Chemical pregnancy merupakan keguguran yang terjadi pada awal masa kehamilan, umumnya kurang dari lima minggu. Situasi ini terjadi ketika sperma sudah berhasil membuahi sel telur, namun sel telur gagal untuk bertahan akibat terjadinya gangguan kromosom yang berujung pada keguguran. Tanda-tanda chemical pregnancy adalah Ibu mengalami pendarahan seperti sedang menstruasi disertai dengan rasa nyeri yang sangat hebat.
  3. Kehamilan ektopik
    Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi diluar kandungan. Jadi, embrio yang sudah dibuahi tidak menempel di rahim melainkan menempel di tempat lain dan seringnya di saluran tuba falopi. Jika embrio dibiarkan tumbuh maka hal tersebut bisa menyebabkan rusaknya tuba falopi dan membuat Ibu mengalami pendarahan. Gejala yang akan dialami jika Ibu mengalami kehamilan ektopik adalah terasa nyeri di panggul dan perut, serta pendarahan dari vagina.
  4. Kehamilan molar
    Kehamilan molar atau hamil anggur terjadi karena ketidak seimbangan kromosom yang menyebabkan janin dan plasenta tidak terbentuk sebagaimana mestinya. Kehamilan molar baru bisa terdeteksi melalui pemeriksaan USG; dokter kandungan biasanya akan menyarankan untuk melakukan tindakan berupa kuret atau pengangkatan rahim.

Kenali juga penyebab pendarahan lainnya dalam masa kehamilan beserta tanda-tanda yang perlu Ibu waspadai berikut ini: Penyebab Flek Saat Hamil dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Untuk membantu mengurangi kemungkinan pendarahan saat hamil, susu Ibu hamil sangatlah disarankan untuk dikonsumsi. Susu Ibu hamil mengandung vitamin B12 yang membantu pembentukan sel darah merah. Tidak hanya itu, susu Ibu hamil juga mengandung zat besi, asam folat, inulin, kalsium, di mana semua nutrisi tersebut dibutuhkan untuk perkembangan janin di dalam perut. Salah satu susu Ibu hamil yang bisa Ibu coba adalah PRENAGEN mommy. Susu ini hadir dengan berbagai varian rasa yakni coklat, vanilla, strawberry, moka, dan juga kacang hijau, serta tersedia dalam bentuk kemasan siap minum (UHT) sehingga praktis dibawa ke mana saja.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Penyebab dan Cara Mengurangi Air Liur Berlebih Saat Hamil
Apakah air liur berlebihan saat hamil normal? Ketahui penyebab medisnya, cara mengurangi keluhan, serta tips nutrisi agar Ibu tetap nyaman di sini!
Masa Kehamilan
3 Resep Smoothies untuk Ibu Hamil yang Mudah Dibuat
Ingin mencoba smoothies untuk ibu hamil? Cek panduan kombinasi bahan, buah, dan sumber protein yang bisa jadi variasi asupan sehat di sini!
Masa Kehamilan
Tensi Rendah Saat Hamil, Kenali Penyebab dan Solusinya
Kenali penyebab tensi rendah saat hamil, bedanya dengan anemia, pilihan makanan yang mendukung kebutuhan Ibu, serta kapan perlu diperiksa.
Masa Kehamilan
Posisi Duduk yang Baik untuk Ibu Hamil Trimester 3
Cari posisi duduk yang baik untuk ibu hamil trimester 3? Simak tips sandaran, pijakan kaki, gerakan ringan, serta tanda bengkak yang perlu diperiksa.
Masa Kehamilan
Siapa Saja yang bisa Minum susu PRENAGEN UHT? Ini Jawabannya
PRENAGEN UHT praktis melengkapi asupan harian perempuan aktif. Pelajari nutrisinya, pilihan rasa, dan varian No Added Sugar untuk menemani rutinitas harian Ibu.
Masa Kehamilan
Susu Kental Manis untuk Ibu Hamil, Bolehkah Dikonsumsi?
Penasaran apakah ibu hamil boleh minum susu kental manis? Cek fakta medis soal kandungan gulanya dan pilih sumber nutrisi kehamilan yang lebih tepat!

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN