Hipertensi Dalam Kehamilan: Jenis, Dampak, dan Cara Mencegah

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Hipertensi Dalam Kehamilan: Jenis, Dampak, dan Cara Mencegah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini jarang memiliki gejala yang cukup jelas. Hipertensi sebenarnya umum terjadi pada ibu hamil. Dengan penanganan yang baik, hipertensi tidak akan membahayakan atau berkembang, dan akan hilang usai melahirkan.

Apabila Ibu belum memeriksa dan tidak tahu tekanan darah Ibu, mintalah pada dokter untuk memeriksanya. Paling tidak, lakukan pemeriksaan tiap 5 tahun sekali. 

Jenis hipertensi dalam kehamilan yang perlu Ibu ketahui:

  1. Hipertensi Kronik
    Apabila hipertensi terjadi sebelum Ibu hamil, maka kondisi tersebut dinamakan hipertensi kronik. Beberapa dari wanita tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami hipertensi kronik, karena memang tidak ada gejala, dan tanpa disadari, hal itu akan terbawa ketika Anda hamil.
  2. Hipertensi Gestasional
    Ibu dapat mengalami hipertensi jenis ini ketika tekanan darah Ibu meningkat pada usia kehamilan 5 bulan. Tidak terdapat kandungan protein pada urin atau rusaknya organ dalam tubuh adalah tanda Anda mengidap hipertensi gestasional.
  3. Preeklamsia
    Setelah beberapa kondisi yang telah disebutkan sebelumnya terjadi maka akan berubah menjadi preeklamsia (sebuah komplikasi kehamilan) bila tidak ditangani dengan benar. Kondisi ini merupakan tekanan darah tinggi yang mengakibatkan rusaknya organ tubuh dan ditemukannya protein dalam urin. Kondisi seperti ini, biasanya terjadi sesudah 5 bulan kehamilan.
  4. Eklamsia
    Jenis hipertensi yang satu ini, terjadi saat ibu hamil dengan kondisi preeklamsia dengan mengalami kondisi kejang. Kondisi ini merupakan yang terparah terkait hipertensi dalam kehamilan.

Dampak negatif hipertensi dalam kehamilan untuk Buah Hati dan Ibu:

  1. Aliran Darah Ke Plasenta Berkurang
    Hipertensi dalam kehamilan dapat membuat Buah Hati dalam kandungan tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen.
  2. Pertumbuhan Janin Dapat Terhambat
    Apabila Buah Hati tidak menerima nutrisi dan oksigen yang cukup, maka dapat menghambat proses pertumbuhan Buah Hati, sehingga saat lahir Buah Hati mempunyai berat badan yang rendah.
  3. Lahir Prematur
    Untuk menyelamatkan nyawa Anda dan janin, terkadang dokter menyarankan untuk melakukan kelahiran secara prematur, yaitu dengan jalan operasi caesar atau induksi. Hal ini dilakukan guna mencegah komplikasi dan eklamsia.
  4. Bayi Meninggal Dalam Kandungan
    Kondisi seperti ini bisa saja terjadi di masa kehamilan lima bulan atau lebih. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yang tidak tercukupi. Misalnya nutrisi dan oksigen yang selayaknya dikandung oleh ibu dengan tekanan darah yang normal.
  5. Abruptio Plasenta
    Kondisi yang satu ini terjadi saat plasenta (ari-ari) terpisah dari dinding dalam rahim sebelum memasuki proses persalinan. Bila hal ini terjadi, plasenta Ibu akan rusak dan mengakibatkan pendarahan yang hebat hingga membahayakan Ibu dan janin.
  6. Berkembangnya Penyakit Kardiovaskular
    Apabila sudah memasuki tahap preeklamsia, maka Ibu akan berisiko terkena penyakit kardiovaskular usai melahirkan. Khususnya bila Anda melahirkan secara prematur.

Cara Mencegah Hipertensi Dalam Kehamilan

Bila terjadi tekanan darah tinggi, perhatikanlah dengan baik sampai dengan angka tersebut turun dan bisa kembali dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya akan menyarankan beberapa perubahan gaya hidup dan pencegahannya. Berikut beberapa langkah pencegahan hipertensi:

  1. Mengkonsumsi makan-makanan sehat.
  2. Mengurangi mengonsumsi kafein dan garam
  3. Berhenti merokok
  4. Berolahraga dengan teratur.
  5. Menurunkan berat badan yang berlebih.
  6. Mengurangi konsumsi minum-minuman keras.

 

Ingatlah bahwa kehamilan merupakan masa yang sangat rentan terhadap bahaya. Untuk itu, Ibu perlu menerapkan gaya hidup sehat saat masa-masa kehamilan.