Cara mengatasi mual saat hamil muda yang paling dianjurkan adalah makan sedikit tetapi sering, menyediakan camilan kering seperti biskuit atau roti panggang sebelum bangun, minum sedikit demi sedikit sepanjang hari, menghindari bau dan makanan pemicu, serta cukup istirahat. Jahe dan akupresur di pergelangan tangan juga dapat membantu sebagian Ibu.
Mual dan muntah di awal kehamilan, yang sering disebut morning sickness, sangat umum dialami dan tidak hanya muncul di pagi hari. Pada kebanyakan Ibu kondisi ini akan mereda dengan sendirinya, tetapi rasa mual yang terus-menerus tetap bisa mengganggu aktivitas dan asupan makan. Berikut penjelasan lengkap tentang penyebabnya, kapan biasanya berhenti, cara meredakannya secara alami, serta tanda bahaya yang membuat Ibu perlu segera ke dokter.
Hamil muda sering mual terutama karena perubahan hormon yang sangat cepat di awal kehamilan. Hormon kehamilan hCG yang meningkat tajam pada trimester pertama diduga berperan besar, bersama hormon estrogen dan progesteron.
Peningkatan estrogen membuat indra penciuman dan perasa lebih sensitif, sehingga bau parfum, masakan, atau bahkan aroma tubuh pasangan bisa langsung memicu mual. Progesteron membuat otot saluran cerna lebih rileks sehingga pencernaan melambat dan asam lambung lebih mudah naik. Rasa lelah, stres, dan perut kosong dapat membuat mual terasa lebih berat.
Ibu tidak perlu khawatir bila mual terasa ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali. Tingkat mual setiap kehamilan berbeda, dan anggapan bahwa mual adalah tanda janin kuat belum didukung bukti yang cukup.
Mual saat hamil umumnya mulai terasa sekitar minggu ke-6 kehamilan dan paling sering dialami hingga minggu ke-12. Menurut NHS, pada kebanyakan Ibu keluhan ini biasanya sudah membaik antara minggu ke-16 hingga ke-20. Sebagian kecil Ibu masih merasakannya lebih lama, bahkan hingga menjelang persalinan.
Penjelasan lebih rinci tentang perjalanan mual dari minggu ke minggu bisa Ibu baca di artikel kapan mual muntah saat hamil hilang.
Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua Ibu, jadi cobalah beberapa langkah berikut dan perhatikan mana yang paling membantu.
Perut yang kosong justru membuat mual bertambah berat. Makanlah dalam porsi kecil setiap dua sampai tiga jam daripada tiga kali makan besar. Porsi yang terlalu banyak sekaligus juga dapat memicu naiknya asam lambung.
Simpan biskuit tawar, crackers, atau roti panggang di dekat tempat tidur. Makan beberapa potong sebelum bangun dan duduk sebentar sebelum berdiri dapat mengurangi mual di pagi hari.
Makanan berpati yang hambar seperti nasi, kentang rebus, roti, dan oat biasanya lebih mudah diterima. Mayo Clinic juga menyarankan makanan tinggi protein yang rendah lemak dan mudah dicerna, sementara makanan berminyak, pedas, dan berlemak sebaiknya dihindari dahulu. Bila aroma makanan panas memicu mual, pilih makanan dingin atau bersuhu ruang.
Kekurangan cairan membuat mual terasa lebih berat. Minumlah dalam tegukan kecil sepanjang hari, terutama di antara waktu makan, bukan banyak sekaligus saat makan. Mayo Clinic menyarankan sekitar 6 sampai 8 gelas cairan tanpa kafein per hari, misalnya air putih atau teh jahe. Bila air putih terasa hambar dan membuat mual, Ibu bisa menambahkan irisan lemon atau mentimun.
Setiap Ibu punya pemicu yang berbeda, misalnya bau masakan tertentu, parfum, asap rokok, ruangan pengap, atau menatap layar terlalu lama. Catat apa saja yang membuat mual muncul, lalu hindari sebisa mungkin. Membuka jendela, menyalakan kipas, dan menjaga udara tetap segar juga membantu.
Jahe dalam bentuk teh jahe hangat, permen jahe, atau minuman jahe dengan lemon dapat membantu meredakan mual pada sebagian Ibu. NHS menyebutkan buktinya masih terbatas, dan Ibu sebaiknya bertanya kepada dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen jahe dalam bentuk kapsul.
Rasa lelah dapat memperberat mual. Usahakan tidur cukup di malam hari dan sempatkan berbaring sejenak di siang hari bila memungkinkan.
Pakaian yang menekan perut dapat membuat Ibu merasa tidak nyaman dan memperberat mual. Pilih pakaian longgar dengan bahan yang adem.
Mengalihkan perhatian dengan membaca, mendengarkan musik, berjalan santai, atau mengobrol dapat membantu Ibu tidak terlalu terfokus pada rasa mual. Aroma segar seperti lemon atau peppermint juga terasa menenangkan bagi sebagian Ibu, walau penelitiannya masih sedikit.
Menekan titik di bagian dalam pergelangan tangan, dengan jari atau gelang akupresur, dapat membantu sebagian Ibu. Hasil penelitiannya masih beragam, tetapi cara ini aman untuk dicoba.
Bila vitamin kehamilan membuat perut tidak nyaman, Mayo Clinic menyarankan meminumnya bersama camilan atau menjelang tidur. Jangan berhenti minum vitamin yang diresepkan tanpa berdiskusi dengan dokter.
Vitamin B6 (piridoksin) termasuk pilihan yang sering diberikan dokter untuk mual kehamilan, kadang dikombinasikan dengan obat lain. Dosisnya perlu ditentukan oleh dokter, jadi jangan membeli dan mengonsumsi suplemen atau obat antimual sendiri selama hamil.
Mual saat hamil muda sering disertai mulut yang terasa pahit atau seperti logam. Keluhan ini juga dipicu perubahan hormon, karena progesteron memperlambat pencernaan sehingga asam lambung lebih mudah naik, sedangkan estrogen dapat mengubah indra perasa. Penjelasan lengkap beserta cara meredakannya bisa Ibu baca di artikel cara mengatasi mulut terasa pahit dan mual saat hamil.
Makanan yang membantu meredakan mual umumnya hambar, kering, mudah dicerna, dan tidak beraroma tajam. Beberapa pilihan yang bisa Ibu coba:
Bila Ibu bosan dengan nasi atau justru mual saat mencium aroma nasi, Ibu bisa mencoba pengganti nasi untuk ibu hamil yang lebih mudah diterima.
Saat makan masih terasa sulit, susu ibu hamil trimester pertama seperti PRENAGEN Emesis dapat membantu melengkapi asupan nutrisi. Susu ini mengandung protein dan vitamin B6, dan sebaiknya diminum sebagai pendamping makanan bergizi, bukan pengganti makan. Pilihan susu lain untuk masa ini dibahas di artikel susu ibu hamil trimester 1 untuk atasi mual muntah.
Bila hamil muda muntah terus hingga tidak ada makanan atau minuman yang bisa masuk, Ibu mungkin mengalami hiperemesis gravidarum. Kondisi ini adalah mual dan muntah yang jauh lebih berat dan lebih lama daripada morning sickness biasa, dan dapat menyebabkan dehidrasi serta penurunan berat badan. Hiperemesis gravidarum membutuhkan penanganan dokter, kadang dengan cairan infus di rumah sakit.
Segera hubungi dokter atau bidan bila Ibu muntah disertai salah satu kondisi berikut:
Waspadai juga bila mual dan muntah yang sangat berat disertai perdarahan dari jalan lahir. Kondisi ini perlu segera diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinan hamil anggur atau masalah kehamilan lainnya. Penanganan yang cepat membantu Ibu kembali bisa makan dan minum dengan baik, sehingga kebutuhan nutrisi Ibu dan janin tetap terjaga.
Makan sedikit tetapi sering, sediakan biskuit atau roti panggang sebelum bangun, minum dalam tegukan kecil sepanjang hari, hindari bau pemicu, dan cukup istirahat. Jahe dan akupresur pergelangan tangan juga dapat membantu sebagian Ibu.
Mual terutama dipicu perubahan hormon yang cepat di awal kehamilan, termasuk hCG, estrogen, dan progesteron. Hormon ini membuat penciuman lebih sensitif dan pencernaan melambat, sehingga bau tertentu dan perut kosong mudah memicu mual.
Pada kebanyakan Ibu, mual mulai sekitar minggu ke-6 dan biasanya membaik antara minggu ke-16 hingga ke-20. Sebagian kecil Ibu masih merasakannya lebih lama, jadi konsultasikan dengan dokter bila mual tidak juga mereda.
Muntah yang terus-menerus hingga makanan dan minuman tidak bisa masuk dapat menandakan hiperemesis gravidarum dan berisiko dehidrasi. Segera hubungi dokter bila Ibu tidak bisa menahan cairan selama 24 jam, urine sangat gelap, lemas, pusing, atau muntah darah.
Pilihan alami yang bisa dicoba antara lain teh jahe atau permen jahe, air lemon, camilan hambar seperti crackers, buah dingin, serta udara segar. Suplemen jahe atau vitamin B6 dalam bentuk tablet sebaiknya hanya dikonsumsi atas saran dokter.
Referensi