Masa Kehamilan

Cegah Penyakit Campak Pada Ibu Hamil

Ditulis oleh: Taufiq

Cegah Penyakit Campak Pada Ibu Hamil

Penyakit campak atau rubella merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus campak golongan paramixovirus. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja baik dari golongan anak-anak, dewasa, tidak terkecuali ibu hamil. Kondisi campak pada Ibu hamil bisa menjadi sangat berbahaya terutama pada perkembangan janin. Diharapkan Ibu bisa menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari infeksi virus tersebut.

 

Beberapa Gejala dan Pencegahan Campak Pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang menderita campak secara umum mengalami gangguan kehamilan dengan gejala sama seperti orang lainnya, antara lain:

  • Gejala Awal. Umumnya muncul 10 sampai 12 hari setelah tertular virus. Demam saat hamil disertai mata sensitif pada cahaya, mata memerah dan berair, batuk kering dan pilek, diare, serta sakit tenggorokan. Gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah pusing, lelah, nyeri sendi, atau pembengkakan kelenjar getah bening (bagian belakang telinga atau leher).
  • Demam Turun. Setelah demam turun, timbul bintil atau bercak merah dengan bagian putih di tengahnya pada area sekitar mulut. Dalam beberapa hari kemudian, bercak tersebut akan hilang dan meninggalkan ruam merah pada kulit hingga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh. Meskipun tidak gatal, gejala ini akan mengganggu Ibu hamil karena kulitnya yang sensitif.
  • Demam Kembali Meningkat. Meningkatnya suhu tubuh untuk kedua kalinya bersamaan dengan munculnya ruam merah. Gejala seperti pilek, diare, batuk,  sakit tenggorokan, pusing, dan nyeri sendi juga turut bertambah parah. Seiring bertambahnya waktu kondisi ini akan mereda sendirinya kurang lebih 3 sampai 4 hari setelah penyebaran bercak merah.

 

Apabila Ibu hamil terdiagnosis mengidap campak, pihak medis pasti akan melanjutkan pemeriksaan ke tahap selanjutnya dengan USG ataupun amniosintesis (pemeriksaan pada air ketuban) untuk mendeteksi lebih jauh kemungkinan dampak pada janin. Campak pada ibu hamil perlu ditangani serius karena mendatangkan berbagai risiko berbahaya. Risiko tersebut antara lain pertumbuhan janin yang terhambat, katarak yang dapat terjadi pada satu atau kedua mata, hilang fungsi pendengaran akibat infeksi pada saraf pendengaran, kondisi kelainan jantung bawaan, radang otak dan selaput otak, hingga yang paling berbahaya adalah janin yang meninggal dalam kandungan.

Pencegahan campak yang dapat dilakukan selama ini di antaranya:

  • Vaksinasi. Vaksin diberikan dalam bentuk kombinasi MMR (mumps, measles, rubella) yang juga menangani gondongan dan campak. Vaksin ini tidak diberikan pada ibu hamil, oleh arena itu penting untuk mendapatkan vaksin sejak dini khususnya pada wanita usia reproduksi.
  • Pemeriksaan kekebalan tubuh. Sebelum memutuskan untuk hamil, Ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan kekebalan tubuh terhadap campak. Apabila anti-rubella Ibu positif, artinya sudah pernah terinfeksi atau sudah mendapat vaksinasi. Bagi orang yang sudah pernah terinfeksi campak tidak akan terinfeksi lagi.
  • Mencegah tertular saat hamil. Hindari mendekati atau bahkan kontak langsung dengan orang yang menderita campak atau memiliki gejala infeksi tersebut.

 

Hingga saat ini belum ada obat spesifik untuk mengobati campak. Umumnya obat yang diberikan biasanya bersifat untuk meringankan gejala yang muncul. Oleh karenanya, jaga kesehatan sebaik mungkin dan cukupi waktu istirahat agar tidak terjangkit campak pada Ibu hamil. Selalu konsultasikan diri sebelum mengonsumsi obat untuk penurun panas dan mengatasi nyeri. Tanyakan terlebih dahulu pada dokter mengenai dosis yang sesuai agar tidak terjadi penyalahgunaan obat saat hamil.