Ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil sering kali tidak terasa, sehingga diabetes gestasional dapat terjadi tanpa keluhan yang jelas. Saat kadar gula meningkat terlalu tinggi, Ibu mungkin merasa sangat haus, lebih sering buang air kecil, dan mudah lelah. Jika keluhan tersebut muncul atau terasa tidak wajar, segera hubungi dokter atau bidan tanpa menunggu jadwal pemeriksaan berikutnya.
Karena gejalanya bisa terlewat, pemeriksaan gula darah tetap penting meskipun Ibu merasa sehat. Ikuti jadwal tes yang dianjurkan selama kontrol kehamilan. Sejak sekarang, Ibu juga dapat mulai mengurangi minuman manis dan menata porsi makan untuk membantu menjaga gula darah.
Selama kehamilan, perubahan hormon membuat sel tubuh kurang peka terhadap insulin, yaitu hormon yang membantu gula masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Tubuh perlu menghasilkan lebih banyak insulin untuk mengimbanginya. Plows et al. (2018) menjelaskan bahwa diabetes gestasional dapat terjadi ketika kemampuan tubuh menghasilkan insulin tidak mencukupi kebutuhan tersebut.
Gangguan ini dapat berlangsung tanpa menimbulkan keluhan yang mencolok. Akibatnya, Ibu mungkin baru mengetahui gula darahnya tinggi setelah menjalani pemeriksaan. Merasa bugar atau jarang mengonsumsi makanan manis pun tidak cukup untuk memastikan bahwa Ibu bebas dari diabetes gestasional.
Untuk memahami gula darah normal ibu hamil, Ibu perlu membedakan target pemantauan sehari-hari dengan ambang diagnosis saat tes toleransi glukosa oral atau TTGO. Panduan ACOG (2018) menggunakan target gula darah puasa dan setelah makan untuk membantu pengendalian diabetes gestasional. Berikut target pemantauan yang umum digunakan:
| Waktu Pemeriksaan | Target Gula Darah |
|---|---|
| Saat puasa | Kurang dari 95 mg/dL |
| Satu jam setelah makan | Kurang dari 140 mg/dL |
| Dua jam setelah makan | Kurang dari 120 mg/dL |
Target tersebut juga tercantum dalam panduan American Diabetes Association atau ADA (2023). Pemeriksaan setelah makan dilakukan pada satu atau dua jam, sesuai arahan tenaga kesehatan. Dokter dapat menyesuaikan target dengan kondisi Ibu, dan angka dalam tabel ini tidak digunakan sendiri untuk menetapkan diagnosis diabetes gestasional.
Pengendalian gula darah membantu mengurangi risiko pertumbuhan buah hati yang berlebihan. McIntyre et al. (2019) menjelaskan bahwa penanganan diabetes gestasional dapat memperbaiki hasil kehamilan, termasuk mengurangi pertumbuhan janin berlebih dan gangguan tekanan darah selama kehamilan. Karena itu, pemeriksaan dan penanganan sejak dini tetap diperlukan meskipun Ibu belum merasakan gejala.
Ketika gula darah meningkat terlalu tinggi, beberapa perubahan tubuh bisa mulai terasa. Keluhannya terkadang menyerupai perubahan yang biasa terjadi saat hamil. Perhatikan gejala berikut, terutama jika lebih berat atau lebih sering daripada biasanya:
Saat gula darah terlalu tinggi, kelebihan gula dapat terbuang melalui urine sekaligus menarik cairan dari tubuh. Kehilangan cairan ini membuat Ibu lebih sering buang air kecil dan merasa haus. Dehidrasi serta gangguan penggunaan gula sebagai energi juga dapat berkontribusi pada rasa lelah.
Pemeriksaan diabetes gestasional umumnya dilakukan pada usia kehamilan 24–28 minggu, salah satunya melalui TTGO. Dalam pemeriksaan ini, darah diambil sebelum dan setelah Ibu meminum larutan glukosa untuk menilai respons tubuh. Jika pernah mengalami diabetes gestasional, Ibu dapat memerlukan tes lebih awal sesuai penilaian dokter.
Jangan menunggu minggu ke-24 jika Ibu sudah mengalami haus berlebihan, sering buang air kecil, dan kelelahan yang tidak biasa. Hubungi dokter atau bidan agar penyebabnya diperiksa. Keluhan tersebut belum tentu berarti diabetes, tetapi tetap perlu dinilai oleh tenaga kesehatan.
Segera ke IGD jika dugaan gula darah tinggi disertai muntah, nyeri perut, napas cepat, kebingungan, atau kantuk berat hingga sulit tetap terjaga. Kombinasi ini dapat menandakan kondisi serius yang membutuhkan pertolongan segera. Mintalah seseorang mendampingi Ibu menuju fasilitas kesehatan.
Mengelola gula darah tetap perlu memperhatikan kecukupan nutrisi Ibu dan buah hati. ADA (2023) menekankan pola makan bergizi, aktivitas fisik yang sesuai, dan pemantauan gula darah sebagai bagian dari penanganan diabetes gestasional. Jika target belum tercapai, dokter dapat menambahkan pengobatan, termasuk insulin.
Untuk menata menu sehari-hari, Ibu bisa memulai dari langkah berikut:
Mengurangi minuman manis bisa dimulai dengan menjadikan air putih sebagai pilihan utama. Jika Ibu ingin menambahkan susu kehamilan dalam menu, pilih produk tanpa tambahan gula sambil tetap memperhatikan kandungan gizi dan takaran saji. Perlu diingat, label no added sugar tidak berarti produk bebas karbohidrat atau tidak memengaruhi gula darah (Diabetes UK; ADA).
Susu tetap dapat menjadi sumber PROTEIN, vitamin, dan mineral. Namun, kandungan laktosa sebagai gula alami tetap perlu diperhitungkan dalam asupan harian. Jika Ibu mengalami diabetes gestasional, sesuaikan jenis dan porsinya dengan rencana makan yang diberikan tenaga kesehatan (Diabetes UK).
Memilih susu kehamilan bisa dimulai dengan mengenali kandungan gizi dan jenis gula di dalamnya. Yuk, kenali nutrisi dan pilihan susu hamil tanpa tambahan gula, termasuk perbedaannya dengan susu biasa, agar Ibu lebih cermat memilih pelengkap asupan harian.
Referensi