Ciri-Ciri Hamil Saat Menyusui yang Perlu Diketahui

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Ciri-Ciri Hamil Saat Menyusui yang Perlu Diketahui

Jangan terkecoh, Ibu menyusui masih bisa hamil, loh. Walaupun peningkatan hormon prolaktin selama menyusui dapat menekan ovulasi dan menurunkan kemungkinan hamil, namun tingkat prolaktin ini bisa berbeda-beda pada setiap Ibu. Selain itu, kadarnya juga bisa berubah seiring waktu dan pola menyusui.

Jadi penting untuk mengenali ciri-ciri hamil saat menyusui untuk memastikan kesehatan Ibu, Buah Hati, serta janin. Yuk simak informasi selengkapnya di sini.

Payudara Terasa Nyeri

Ketika Ibu sedang hamil, progesteron dan estrogen di dalam tubuhnya akan meningkat secara dramatis. Hormon tersebut memicu perubahan untuk mempersiapkan kehamilan dan persalinan. Salah satu perubahannya termasuk payudara yang terasa nyeri.

Progesteron dan estrogen dapat merangsang pertumbuhan kelenjar susu dan pembuluh darah di dalam payudara. Akibatnya, payudara akan membesar dan terasa penuh. Selain itu, kulit di sekitar payudara juga dapat terasa kencang dan mengkilap. Semua perubahan ini dapat membuat payudara terasa nyeri dan sensitif.

Berkurangnya Produksi ASI

Ini dapat terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh Ibu selama kehamilan. Pada trimester awal, tubuh akan memproduksi prolaktin yang lebih sedikit daripada saat menyusui. Kadar prolaktin yang rendah dapat mempengaruhi produksi ASI dan menyebabkan jumlahnya berkurang.

Untuk informasi selengkapnya mengenai waktu produksi ASI yang ideal saat hamil, baca artikel berikut: Air Susu Keluar pada Usia Kehamilan Berapa?

Rasa ASI Berubah

Ketika hamil, kadar estrogen dan progesteron akan mengalami peningkatan, terutama dalam trimester awal. Estrogen dan progesteron yang meningkat dapat mempengaruhi produksi prolaktin, yaitu hormon yang mengatur produksi ASI. Prolaktin ini dapat mempengaruhi kandungan nutrisi ASI, misalnya protein, lemak, dan gula. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada ASI, seperti rasa, aroma, atau warna.

Bayi Tidak Mau Menyusu

Perubahan rasa, aroma, atau warna ASI selama kehamilan dapat menyebabkan Buah Hati tidak mau menyusu. Namun, perubahan ini umumnya bersifat sementara dan biasanya tidak berdampak pada kualitas atau kuantitas ASI yang dihasilkan. Bayi yang menyusu biasanya akan terbiasa dengan perubahan ini seiring waktu, dan tetap dapat menerima nutrisi yang cukup dari ASI.

Jika Buah Hati terus menunjukkan ketidakmampuan untuk menyusu, atau berat badannya tidak bertambah dalam sebulan meskipun menyusu, Ibu perlu segera konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi untuk mendapatkan bantuan yang tepat.

Kelelahan

Ketika hamil, tubuh Ibu mengalami perubahan hormon yang signifikan, seperti peningkatan progesteron dan estrogen. Perubahan ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan memicu rasa kelelahan yang berlebihan.

Selain itu, pertumbuhan janin di dalam rahim juga membutuhkan banyak energi. Kombinasi antara perubahan hormon dan tuntutan energi yang meningkat ini dapat menyebabkan Ibu merasa lebih lelah dari biasanya.

Kram

Kram atau nyeri perut dapat menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Kram ini biasanya terjadi karena perubahan progesteron yang menyebabkan otot-otot rahim menjadi lebih rileks. Selain itu, pembentukan jaringan dan penyesuaian posisi rahim juga dapat menyebabkan sensasi kram atau nyeri ringan pada perut.

Ciri kram saat hamil muda meliputi nyeri perut bagian bawah yang tumpul dan kadang disertai peregangan atau ketegangan pada otot perut. Untuk informasi selengkapnya, yuk baca di sini: Penyebab Kram Perut Saat Hamil Muda dan Cara Mengatasinya. 

Mual atau Morning Sickness

Mual bisa menjadi ciri-ciri hamil saat menyusui, terutama jika terjadi pada pagi hari, dan sering disebut Morning sickness. Mual dan muntah pada awal kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon, terutama hCG.

Meskipun mual dan muntah pada awal kehamilan umumnya tidak berbahaya dan bersifat sementara, beberapa Ibu dapat mengalami kondisi yang lebih parah, seperti hiperemesis gravidarum, yang membutuhkan perawatan medis. Jika mual dan muntah sangat parah dan berlangsung selama beberapa minggu, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.

Jika Ibu mengalami satu atau beberapa ciri-ciri hamil saat menyusui, segeralah melakukan tes kehamilan. Ini penting untuk memastikan kesehatan Ibu, Buah Hati, serta janin.

Selain itu, untuk Ibu yang sedang hamil dan menyusui, mengenali perubahan warna dan rasa ASI juga penting. Sebab, selain sebagai sinyal kehamilan, perubahan pada ASI juga dapat memberikan informasi tentang kesehatan Buah Hati dan kecukupan nutrisi yang diterimanya. Baca yuk: Bagaimana Ciri dan Warna ASI pada Ibu Hamil yang Menyusui?

Bercak Darah

Munculnya bercak darah ringan saat hamil adalah suatu hal yang sangat mungkin terjadi. Salah satu studi menyebutkan bahwa satu dari empat wanita mengalami ini pada pekan keenam atau ketujuh selama kehamilan.

Bercak-bercak ini timbul karena beberapa alasan, seperti terjadinya implantasi akibat menempelnya telur yang telah fertilisasi pada dinding uterus. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai menstruasi, padahal bisa jadi ini adalah kabar baik, karena Ibu sedang mengandung anak lagi.

Berhubungan seksual selama hamil juga dapat menyebabkan terjadinya luka dari friksi pada bagian serviks, abrasi akibat USG (ultrasonografi), atau karena kondisi serviks yang lemah. Untuk kondisi serviks yang lemah pada trimester kedua, maka Ibu perlu memeriksakan ke dokter agar dilakukan perawatan yang tepat.

Yang terpenting adalah memastikan apakah itu hanya bercak biasa ataukah pendarahan. Bercak darah biasa umumnya hanya muncul di beberapa titik saja dan akan hilang dalam beberapa hari, namun lain halnya apabila terjadi pendarahan yang disertai dengan kram. Apabila ini terjadi, Ibu perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Selain itu, untuk Ibu yang sedang hamil dan menyusui, mengenali perubahan warna dan rasa ASI juga penting. Sebab, selain sebagai sinyal kehamilan, perubahan pada ASI juga dapat memberikan informasi tentang kesehatan Buah Hati dan kecukupan nutrisi yang diterimanya. Baca, yuk: Bagaimana Ciri dan Warna ASI pada Ibu Hamil yang Menyusui

Berapa Persen Kemungkinan Hamil Saat Menyusui?

Menurut penelitian, kemungkinan hamil saat menyusui dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor. Namun, tidak dapat dipastikan dengan persentase yang pasti karena setiap individu memiliki kondisi dan variabilitas yang berbeda.

Meskipun menyusui eksklusif dengan pemberian ASI secara penuh dapat mengurangi kemungkinan kehamilan karena adanya mekanisme supresi ovulasi yang disebabkan oleh produksi hormon prolaktin, penting untuk menyadari bahwa peluang kehamilan tetap ada saat melakukan hubungan seksual tanpa pengaman selama program menyusui. 

Berikut ini beberapa alasan kenapa peluang kehamilan saat menyusui tetap ada: 

Supresi Ovulasi Tidak Selalu Konsisten

Meskipun produksi hormon prolaktin saat menyusui dapat menghambat ovulasi, supresi ini tidak selalu konsisten. Pada beberapa wanita, ovulasi dapat terjadi sebelum menstruasi kembali atau bahkan sebelum periode menstruasi pertama setelah melahirkan. Oleh karena itu, peluang kehamilan tetap ada meskipun siklus menstruasi belum normal.

Perubahan Pola Menyusui atau Pengenalan Makanan Tambahan

Perubahan dalam pola menyusui–seperti pengurangan frekuensi menyusui atau pengenalan makanan tambahan–dapat memengaruhi mekanisme supresi ovulasi yang sebelumnya ada. Ini dapat meningkatkan risiko kehamilan.

Tidur Malam yang Lebih Lama

Ketika bayi mulai tidur malam yang lebih lama dan tidak sering menyusu di malam hari, produksi hormon prolaktin dapat menurun. Ini dapat mengurangi supresi ovulasi dan meningkatkan peluang kehamilan.

Oleh karena itu, penting bagi ibu yang ingin mencegah kehamilan saat menyusui untuk menggunakan metode kontrasepsi yang efektif dan sesuai. 

Metode kontrasepsi yang aman selama menyusui dapat berkisar dari penggunaan kondom, penggunaan pil KB khusus menyusui, hingga kontrasepsi jangka panjang seperti IUD. Untuk informasi selengkapnya mengenai kontrasepsi yang aman untuk busui, baca artikel ini yuk: 8 Cara KB untuk Ibu Menyusui yang Aman Dilakukan

Konsultasikan dengan tenaga medis atau ahli kesehatan untuk memilih metode kontrasepsi yang tepat dan sesuai dengan kondisi Ibu.