Pentingnya Nutrisi Mikro dan Makro Untuk Ibu Hamil

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Pentingnya Nutrisi Mikro dan Makro Untuk Ibu Hamil

Saat hamil, banyak ibu yang menganggap porsi makan harus lebih banyak dengan alasan “makan untuk dua orang”. Anggapan tersebut tidak benar. Titik beratnya bukanlah kuantitas, melainkan kualitas. Makanan berkualitas adalah makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan. Makanan tersebut harus memenuhi kebutuhan nutrisi mikro dan makro.

Perlu diketahui bahwa ibu hamil mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya, baik fisik maupun hormonal. Apa yang dikonsumsi akan sangat mempengaruhi kondisi janin. Bila ingin janin tumbuh sehat dan optimal, kebutuhan nutrisi saat hamil sebisa mungkin dipenuhi, baik nutrisi mikro maupun makro.

Lantas apa itu nutrisi makro dan mikro serta bagaimana cara pemenuhannya?

Apa itu Nutrisi Makro?

Nutrisi makro atau makronutrien adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah besar, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Zat gizi ini berfungsi sebagai penyumbang kalori yang akan dipakai menjadi sumber energi untuk aktivitas sehari-hari dan menunjang pertumbuhan janin atau bayi. Nutrisi makro ini biasanya terkandung dalam susu.

Apa itu Nutrisi Mikro?

Sementara itu, nutrisi mikro atau mikronutrien adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah kecil. Meski demikian, perannya sangat vital untuk aktivitas metabolisme tubuh, kerja enzim, serta membentuk sel janin dan organ bayi. Nutrisi mikro ini biasa terkandung dalam suplemen, tapi tidak dengan nutrisi makro.

Perlu diperhatikan bahwa dalam komposisi yang tepat, nutrisi makro juga berfungsi memaksimalkan kerja nutrisi mikro. Dengan demikian, sangat penting memilih asupan makanan yang mengandung keduanya.

Pentingnya Nutrisi Makro dan Mikro yang Dibutuhkan Saat Kehamilan

Kebutuhan nutrisi mikro dan makro saat hamil harus tercukupi setiap harinya, bahkan sejak awal kehamilan hingga menyusui nanti. Ketika sperma membuahi sel telur, nutrisi mikro dan makro sudah dibutuhkan oleh tubuh guna mendukung pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi mikro dan makro wajib ada dalam menu harian ibu.

Kekurangan nutrisi makro dan mikro saat hamil bisa menyebabkan sejumlah masalah selama kehamilan dan persalinan. Mulai dari anemia, kelahiran prematur, berat lahir bayi rendah, perdarahan saat persalinan, janin gagal tumbuh, atau defek tuba neural. Oleh karena itu, ibu hamil harus memperhatikan kualitas dan keseimbangan gizi dalam menu harian.

Nutrisi Makro dan Mikro yang Dibutuhkan Saat Kehamilan

1. Nutrisi Makro

Nutrisi makro terdiri dari karbohidrat, protein, serta lemak. Zat makro berperan dalam membentuk organ serta sel pada janin.

 

  • Karbohidrat

 

Karbohidrat atau sumber tenaga sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk meningkatkan energi harian. Ibu hamil bisa lemas jika tidak tercukupi kebutuhan karbohidrat hariannya. Karbohidrat tidak hanya ditemukan pada nasi, melainkan bisa juga didapat dari jagung, singkong, ubi, serta kentang. Ibu hamil diperbolehkan untuk mengganti beras atau nasi dengan sumber karbohidrat lainnya.

 

  • Protein

 

Zat yang sering disebut sebagai ‘zat pembangun’ ini sangat vital untuk mengoptimalkan pertumbuhan janin, termasuk pertumbuhan otaknya. Selain itu, protein juga berfungsi untuk menjaga agar aliran darah ibu hamil tetap baik, sehingga asupan nutrisi janin pun terjaga.

Ibu hamil dianjurkan makan tiga porsi protein setiap hari. Artinya, dalam setiap makan berat harus terdapat protein di dalamnya. Makanan yang merupakan sumber protein antara lain daging ayam, daging merah, ikan, kacang-kacangan, keju, tempe, dan tahu.

 

  • Lemak

 

Lemak juga merupakan bagian esensial dalam menu harian ibu hamil. Lemak diperlukan untuk perkembangan otak dan mata janin, baik sebelum maupun setelah lahir. Selain itu, lemak juga membantu pertumbuhan plasenta, sehingga dapat mencegah bayi lahir prematur atau lahir dengan berat rendah.

Meski demikian, bukan berarti semua jenis lemak boleh dikonsumsi, ya! Lemak yang disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil adalah jenis lemak tak jenuh seperti asam lemak omega-3 ALA dan DHA, serta asam lemak omega-6. Asam lemak tersebut bisa didapat dari minyak zaitun, minyak jagung, serta kacang-kacangan.

Ketiga jenis nutrisi makro untuk ibu hamil tersebut harus dikonsumsi setiap hari. Jika kekurangan dapat berdampak buruk pada janin. Nantinya dokter bisa meresepkan vitamin makro B dalam bentuk suplemen untuk ibu hamil jika dirasa perlu. Namun jika tidak ada resep dokter, jangan membeli suplemen makro B sembarangan untuk menghindari efek samping yang berbahaya ya, bu.

2. Nutrisi Mikro

Selain nutrisi makro, ibu hamil juga perlu nutrisi mikro. Mikronutrien terdiri dari zat besi, kalsium, asam folat, serta vitamin dan mineral.

 

  • Zat Besi

 

Zat besi merupakan salah satu vitamin atau nutrisi mikro yang tak boleh diabaikan ibu hamil, karena berperan penting untuk mencegah terjadinya kekurangan sel darah merah (anemia). Jika ibu hamil mengalami anemia, suplai makanan dari ibu ke janin menjadi terganggu sehingga rentan mengakibatkan komplikasi. Ibu hamil memerlukan zat besi sebanyak 27 mg per hari, yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi gandum, sereal, dan daging merah.

 

  • Kalsium

 

Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin. Ibu hamil perlu 1.200 mg kalsium setiap harinya. Penuhi kebutuhan ini lewat makanan seperti keju, susu, dan yoghurt.

 

  • Asam Folat

 

Asam folat dibutuhkan ibu hamil, terutama saat trimester pertama untuk pembentukan sistem saraf pusat dan mencegah cacat bawaan. Ibu hamil memerlukan 600-800 mikrogram asam folat per hari. Pilihan makanan yang kaya akan asam folat adalah telur, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau.

 

  • Vitamin

 

Untuk memenuhi kebutuhan mikro dan makro, ibu juga memerlukan vitamin. Vitamin merupakan salah satu jenis nutrisi mikro yang terdiri dari 2 jenis, yaitu vitamin larut dan tidak larut. Vitamin larut terdiri dari vitamin A, D, E, serta K. Sedangkan yang tergolong vitamin tidak larut antara lain vitamin B1, B2, B3, B6, dan B12. Selain itu, diperlukan juga vitamin D yang berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Ibu bisa mendapatkan berbagai kandungan vitamin di atas melalui beberapa makanan seperti buah-buahan, sayur, serta kacang-kacangan.

 

  • Mineral

 

Tak hanya vitamin, ibu hamil juga butuh mineral untuk mendukung perkembangan janin. Mineral termasuk zat mikro yang baik untuk pertumbuhan otot, darah, saraf, serta enzim pada calon bayi. Salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh adalah seng yang mampu meningkatkan metabolisme serta kekebalan tubuh janin.

Nah setelah mengetahui pentingnya mencukupi kebutuhan nutrisi makro dan mikro saat hamil, tentu Ibu bisa lebih memperhatikan asupan yang Ibu konsumsi. Selain itu, jangan lupa lengkapi kebutuhan nutrisi saat hamil dengan mengkonsumsi susu yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil. Susu ibu hamil umumnya mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan seperti zat mikro dan makro. Salah satu yang direkomendasikan untuk Ibu konsumsi yaitu Prenagen Mommy. Cari tahu lebih lanjut yuk, Bu.