Pompa ASI yang bagus adalah pompa yang nyaman, corongnya pas, dan membantu Ibu memerah sesuai kebutuhan. Pilihannya bisa berbeda antara Ibu yang sesekali meninggalkan buah hati dan Ibu yang memompa beberapa kali selama bekerja. Oleh karena itu, mulailah dari rutinitas Ibu sebelum membandingkan harga atau fitur.
Melihat ulasan pompa dengan hasil ASI melimpah memang bisa menarik perhatian. Namun, jumlah ASI yang diperoleh orang lain belum tentu menggambarkan hasil yang akan Ibu dapatkan. Kenyamanan saat dipakai dan kemudahan merawat alat justru perlu masuk dalam pertimbangan sejak awal.
Bayangkan kapan dan di mana Ibu akan paling sering memerah. Apakah hanya sesekali di rumah, saat jeda kerja, atau beberapa kali sepanjang hari? Jawabannya akan membantu Ibu menentukan jenis pompa yang paling praktis.
| Jenis Pompa | Cocok untuk | Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|
| Manual | Memerah ASI sesekali atau sebagai pompa cadangan saat bepergian. | Kenyamanan tuas, bobot alat, dan kemudahan penggunaan. |
| Elektrik | Memerah ASI secara rutin, misalnya saat bekerja atau memberikan ASI perah sebagai sumber ASI utama. | Pengaturan hisapan, sumber daya, suara mesin, serta pilihan satu atau dua corong. |
| Wearable | Memerah ASI sambil melakukan aktivitas ringan tanpa harus memegang pompa. | Kesesuaian ukuran dengan bra, kapasitas penampung ASI, daya baterai, dan keleluasaan bergerak saat digunakan. |
Frekuensi penggunaan, tempat memerah, dan kemudahan membawa alat merupakan pertimbangan penting dalam memilih pompa.
Pompa manual dioperasikan dengan tangan sehingga tidak membutuhkan listrik atau pengisian baterai. Model ini bisa berguna sebagai cadangan ketika Ibu bepergian. Sebelum membeli, perhatikan bentuk pegangannya karena gerakan memompa berulang dapat membuat tangan pegal.
Harga pompa manual berbeda-beda, jadi tetap bandingkan biaya dan kelengkapannya. Pompa yang terlihat sederhana pun perlu memiliki corong yang sesuai dan komponen yang mudah dibersihkan.
Pompa elektrik menggunakan mesin untuk menghasilkan hisapan, sehingga Ibu tidak perlu menekan tuas berulang kali. Jika waktu memerah terbatas, model double pump memungkinkan kedua payudara diperah bersamaan. Fitur ini dapat menghemat waktu dibandingkan memerah satu sisi secara bergantian.
Meski demikian, pompa elektrik tidak otomatis memberikan hasil lebih banyak untuk semua Ibu. Becker et al. (2016) tidak menemukan satu jenis pompa yang secara konsisten menghasilkan volume ASI lebih tinggi dalam penelitian yang ditinjau. Pilihannya tetap perlu disesuaikan dengan tujuan pemerahan dan kebutuhan Ibu serta buah hati.
Pompa wearable memiliki penampung yang diletakkan di dalam bra. Pada model tertentu, mesin menyatu dengan penampung sehingga tidak ada selang eksternal yang menjuntai. Bentuk ini dapat memudahkan Ibu memerah sambil melakukan aktivitas ringan, selama posisi alat tetap sesuai petunjuk.
Sebelum memilih, cek kapasitas penampung dan apakah ukurannya nyaman di dalam bra Ibu. Perhatikan pula cara menuangkan ASI, jumlah bagian yang harus dicuci, serta daya tahan baterainya. Harga dan kepraktisan tiap model bisa berbeda cukup jauh.
Selain jenis dan fitur, perhatikan ukuran corong, pengaturan hisapan, serta kemudahan membersihkan pompa, terutama jika digunakan setiap hari.
Corong atau flange adalah bagian pompa yang menempel pada payudara. Ukuran bawaan seperti 24 atau 28 mm belum tentu cocok untuk Ibu. Saat memompa, puting perlu berada di tengah dan bergerak tanpa tergesek atau terjepit pada dinding corong.
Ukur diameter puting mengikuti panduan produsen sebagai langkah awal memilih ukuran. Setelah itu, tetap perhatikan kenyamanan saat digunakan karena bentuk corong juga berpengaruh. Sakalidis et al. (2020) menemukan bahwa desain corong memengaruhi kenyamanan dan pengeluaran ASI pada pompa yang mereka teliti.
Hisapan yang paling kuat belum tentu paling efektif. Mulailah dari tingkat rendah, lalu naikkan perlahan selama tetap nyaman. Kent et al. (2008) juga menekankan pentingnya memilih tingkat hisapan yang nyaman, bukan sekadar menggunakan pengaturan tertinggi.
Sebagian pompa elektrik memiliki dua mode berikut.
Kedua mode ini dapat membantu menyesuaikan proses memerah ASI, tetapi bukan keharusan. Utamakan pompa dengan pengaturan yang nyaman dan sesuai kebutuhan Ibu.
Coba lihat cara membongkar dan memasang corong, katup, membran, serta botol penampungnya. Bagian yang bersentuhan dengan ASI perlu dibersihkan setelah digunakan dan dikeringkan menyeluruh sebelum disimpan. Ikuti petunjuk produsen karena mesin, selang, dan komponen lain tidak selalu boleh dicuci atau direbus dengan cara yang sama.
Pastikan juga komponen pengganti, seperti katup dan membran, mudah ditemukan. Jadi, jika ada bagian yang rusak, Ibu cukup menggantinya tanpa harus membeli pompa baru. Pertimbangkan juga biaya penggantian komponen sebelum membeli.
Banyaknya ASI yang tertampung bukan satu-satunya tanda pompa bekerja dengan baik. Ibu juga perlu memperhatikan kenyamanan payudara dan puting selama memerah. Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:
Jika memerah terasa sakit, hentikan sesi dan periksa posisi corong serta kekuatan hisapan. Jangan terburu-buru menyimpulkan pompa tidak cocok hanya dari sesi pertama. Ibu mungkin masih perlu menyesuaikan pengaturan dan cara penggunaannya.
Di sela jadwal pumping ASI, Ibu tetap perlu menjaga asupan harian. Pastikan minum cukup air dan makan teratur dengan menu beragam, termasuk sumber PROTEIN, sayur, dan buah. Kebiasaan ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Ibu selama menyusui.
Selain memilih pompa yang nyaman digunakan, Ibu juga perlu memahami cara menyimpan ASI perah dengan benar. Dengan begitu, ASI bisa disiapkan untuk buah hati saat dibutuhkan. Simak panduan 6 Cara Menyimpan ASI Perah agar Tetap Segar dan Awet untuk mengetahui caranya.
Referensi