Gaya Hidup

Cermati Berbagai Gejala Kehamilan Kembar

Cermati Berbagai Gejala Kehamilan Kembar

Bagi Ibu atau suami yang berasal dari keluarga yang memiliki keturunan kembar, kemungkinan untuk mendapatkan bayi kembar sangat besar. Bahkan bagi Ibu yang menginginkan anak kembar dengan harapan bisa membesarkan dua bayi sekaligus pasti pasti sangat membahagiakan. Hanya saja, tidak setiap wanita mengetahui jika gejala kehamilan kembar mempunyai tanda yang berbeda dari kehamilan pada umumnya.

Baca Juga: Menciptakan Kehamilan Janin Kembar yang Sehat

Memang, dibandingkan kehamilan tunggal, kehamilan kembar akan sedikit lebih berisiko untuk mengalami komplikasi seperti diabetes gestasional dan preeklampsia. Walaupun demikian, banyak wanita yang memimpikan kehamilan bayi kembar.

Beragam Gejala Kehamilan Kembar

  1. Morning Sickness yang Lebih Parah
    Gejala pertama yaitu kadar hormon HCG yang lebih meningkat daripada dengan kehamilan biasanya. Peranan hormon HCG dalam menjaga kehamilan, yaitu plasenta untuk tumbuh dan juga berkembang. Adaptasi tubuh saat hormon ini muncul dapat menyebabkan rasa mual atau dikenal morning sickness. Ibu hamil kembar biasanya akan mengalami morning sickness yang lebih parah. Jika dibandingkan kehamilan tunggal, tentu saja hormon HCG bisa berlipat ganda dalam 2 atau 3 hari, sedangkan dalam kehamilan kembar akan lebih meningkat dan menyebabkan ibu mengalami mual dan muntah makin parah. Konsultasikanlah segera dengan dokter kandungan atau bidan sehingga tidak dapat mengganggu kesehatan ibu dan janin.
     
  2. Berat Badan Meningkat Drastis
    Gejala kehamilan kembar selanjutnya, berat badan meningkat drastis pada trimester Pertama. Biasanya, berat badan akan lebih meningkat saat tiga bulan pertama kehamilan. Hal ini sebagai tanda bahwa Ibu sedang mengalami kehamilan kembar. Hanya saja kebanyakan wanita yang mengalami morning sickness lebih parah sehingga menghambat asupan nutrisi ke dalam tubuh. Sedangkan janin memerlukan nutrisi terutama asam folat sejak minggu pertama kehamilan. Penelitian menunjukan, jika penambahan berat badan pada trimester pertama amat penting karena dapat berpengaruh pada kehamilan di trimester kedua secara signifikan kepada janin.
     
  3. Rahim Semakin Membesar Di Trimester Pertama
    Pemeriksaan USG adalah cara tepat yang bisa Ibu lakukan guna mengetahui kehamilan bayi kembar. Pada wanita yang sedang mengandung bayi kembar biasanya ukuran rahim semakin besar sesuai pada usia kehamilan yang semakin konsisten. Umumnya kehamilan tunggal ukuran rahim bisa mencapai 38 x 40 cm sedangkan pada kehamilan kembar bisa mencapai 48 cm. Inilah yang menjadi gejala kehamilan kembar paling menonjol, usia kehamilan yang cukup terbilang muda terlihat rahim yang cukup besar.
     
  4. Intoleransi Pada Makanan Tertentu
    Ibu akan merasakan intoleransi yang sangat hebat kepada salah satu makanan. Tekstur serta bau bisa  menjadi salah satu penghambat makanan yang dikonsumsi selama kehamilan. Beberapa Ibu hamil memang mengalami penciuman yang begitu sensitif sedangkan bagi wanita yang hamil kembar, seringkali disertai dengan kondisi yang amat parah. Sejumlah makanan yang dihindari saat masa kehamilan kembar, seperti makanan laut, daging, kopi, teh atau makanan lainnya dengan bau yang cukup menyengat.
     
  5. Merasa Cepat Lelah
    Tiap Ibu hamil umumnya akan merasakan cepat lelah sedangkan Bagi Ibu yang hamil kembar bisa membuat aktivitas Ibu sangat cepat lelah dari biasanya. Selain itu pada Ibu hamil kembar akan merasakan mood yang lebih mudah berganti. Sebab, kondisi fisik Ibu yang mengalami morning sickness lebih parah, sehingga mudah mengalami pusing dan juga perubahan mood. Salah satu cara untuk bisa mengusir kelelahan yaitu dengan mendapatkan dorongan dari keluarga terutama dari suami.

Baca Juga: 5 Cara Mendapatkan Bayi Kembar dengan Aman

Dengan mencermati beberapa gejala kehamilan kembar, Ibu akan lebih mengenal ciri yang sedikit berbeda daripada kehamilan biasanya. Apabila salah satu gejala di atas terjadi pada Ibu, bisa saja Ibu mengalami kehamilan kembar, namun untuk memastikannya segeralah kunjungi dokter.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!
Masa Kehamilan
Cegah Perdarahan Antepartum untuk Kesehatan Calon Buah Hati
Kenali perdarahan antepartum di trimester 3, penyebabnya, dan langkah pencegahan melalui nutrisi serta gaya hidup sehat ibu hamil.
Masa Kehamilan
AFLP pada Kehamilan Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Kesehatan Ibu
Pelajari tentang AFLP atau Acute Fatty Liver of Pregnancy pada kehamilan, gejala umum, dan tips pola hidup yang membantu menjaga kesehatan ibu hamil.
Masa Kehamilan
Tips Aman Mudik Saat Hamil dan Perlengkapan yang Wajib Ada
Simak tips aman mudik saat hamil dan checklist perlengkapan wajib agar perjalanan Lebaran tetap nyaman dan aman untuk Ibu dan janin.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN