Perubahan Perut Ibu Hamil dari Bulan ke Bulan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Perubahan Perut Ibu Hamil dari Bulan ke Bulan

Memasuki masa kehamilan merupakan masa yang tidak terlupakan bagi setiap Ibu. Apalagi jika ini adalah kehamilan pertama. Banyak perubahan yang terjadi saat Ibu sedang hamil, salah satunya yaitu perubahan perut.

Melihat perut Ibu berubah tentu sangat menarik. Namun banyak pertanyaan dan kekhawatiran yang bisa menyertai perubahan perut selama kehamilan. Beberapa Ibu hamil mungkin terlihat memiliki perut bulat besar, namun ada juga yang tidak terlihat sama sekali.

Perubahan perut Ibu hamil dari bulan ke bulan terjadi karena kecepatan pertumbuhan janin di tiap trimester terus berubah. Terdapat beberapa hal umum yang perlu diketahui tentang bagaimana perut Ibu hamil berkembang selama kehamilan. Yuk simak lebih lanjut.

Trimester 1 (Bulan 1-3)

Masa kehamilan dimulai dari hari pertama siklus menstruasi terakhir Ibu dan berakhir dalam minggu ke 37 hingga 42.

Trimester pertama berlangsung dari minggu pertama hingga minggu ke 12 kehamilan. Pada fase ini, Ibu mungkin merasa bingung karena perut Ibu nampak tidak ada bedanya dengan saat belum hamil. Tenang saja ya, Bu, ini normal kok.

Meskipun Ibu mungkin tidak terlihat sedang hamil selama periode ini, tubuh Ibu mengalami perubahan besar karena mengakomodasi pertumbuhan si buah hati. Rahim Ibu mulai mendukung plasenta dan janin.

Sementara itu, si buah hati mulai berkembang tiap harinya meskipun belum terlihat. Janin akan mengembangkan semua organnya pada akhir bulan ketiga sehingga masa ini adalah saat yang penting.

Perubahan yang banyak terjadi di awal kehamilan yaitu kelelahan, mual, sakit kepala dan sembelit. Kemungkinan di masa ini Ibu akan lebih sering mengalami kembung dan juga perubahan hormon yang mungkin bisa menyebabkan munculnya gas di perut dan sembelit sehingga membuat perut Ibu terlihat lebih buncit dari biasanya. Pembuluh darah di sekitar perut Ibu juga mungkin akan terlihat menonjol. Karena tubuh berusaha mensuplai darah lebih banyak untuk membawa oksigen dan zat gizi ke si buah hati yang sedang berkembang.

Trimester 2 (Bulan 4-6)

Trimester kedua (minggu 13 hingga 27) biasanya merupakan periode waktu yang paling nyaman bagi sebagian besar orang hamil. Sebagian besar gejala awal kehamilan secara bertahap akan hilang. Ibu mungkin akan merasakan lonjakan tingkat energi di siang hari dan dapat menikmati tidur malam yang lebih nyenyak.

Perut Ibu akan mulai terlihat hamil, karena ukuran rahim akan membesar dengan cepat. Pada akhir trimester kedua, perut tersebut bahkan akan mulai terlihat membulat. Pada minggu ke 20 rahim akan mulai membesar dan membuat perut mulai terlihat membuncit.

Trimester kedua adalah saat kebanyakan orang hamil dapat merasakan bayinya bergerak untuk pertama kalinya, biasanya pada usia 20 minggu. Si buah hati bahkan dapat mendengar dan mengenali suara Ibu selama trimester kedua.

Meskipun ketidaknyamanan pada awal kehamilan akan mereda, ada beberapa gejala baru yang harus Anda biasakan. Keluhan yang biasa dirasakan yaitu kram kaki dan mulas.

Ibu akan melihat garis vertikal gelap yang melintang di tengah perut Ibu. Kondisi ini disebut dengan linea nigra yang merupakan perubahan pigmentasi kulit yang umum terjadi pada Ibu hamil akibat perubahan hormon. Garis perut ini tidak berbahaya ya bu dan biasanya akan memudar dalam beberapa bulan setelah melahirkan.

Pada fase ini mungkin Ibu juga mulai mengalami kontraksi yaitu kondisi perut yang terasa kencang dan keras. Ibu tidak perlu khawatir jika hal ini sesekali terjadi. kontraksi ini terjadi karena pengetatan dan relaksasi otot rahim Ibu. Namun jika kondisi ini terus menerus terjadi maka Ibu harus segera menghubungi dokter.

Trimester 3 (Bulan 7-9)

Trimester akhir ini berlangsung dari minggu ke 28 hingga si buah hati lahir. Pada fase ini perut Ibu akan semakin membesar dan kencang. Ibu juga mulai bisa merasakan gerakan sang buah hati yang membuat perut terasa bergerak-gerak.

Akibat peregangan kulit ini biasanya para Ibu hamil mengalami stretch mark di sekitar perut Ibu (bisa juga terjadi pada bagian payudara, pinggul, pantat dan paha). Menurut American Academy of Dermatology, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah stretch mark khususnya Ibu yang berpotensi mengalaminya secara genetik namun mencoba untuk tidak menambah berat badan berlebih dari jumlah yang disarankan dapat membantu untuk mengurangi stretch mark.

Jika Ibu merasa gatal akibat stretch mark tersebut, maka Ibu bisa menggunakan pelembab secara teratur.

Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, Ibu akan melihat perut Ibu mulai sedikit lebih rendah atau terlihat turun. Hal ini dapat menandakan bahwa si buah hati mulai masuk ke dalam pinggul Ibu dan bersiap untuk keluar. Pada trimester ini hampir 78% Ibu hamil mengalami nyeri pada bagian ligamen dan panggul. Biasanya pada kondisi ini Ibu akan merasakan tekanan di daerah pinggul Ibu. Ibu bisa menghubungi layanan kesehatan kepercayaan Ibu ya untuk membantu mengatasinya.

Perlu Ibu ketahui bahwa perubahan bentuk perut pada saat hamil normal terjadi ya bu. Namun, perubahan bentuk perut Ibu mungkin sedikit berbeda jika Ibu mengalami kegemukan. Yuk temukan perbedaannya disini: Bentuk Perut Hamil Muda Orang Gendut.