Masa Kehamilan

5 Keluhan Umum Masa Kehamilan Trimester Ketiga

Ditulis oleh : Amicis

5 Keluhan Umum Masa Kehamilan Trimester Ketiga

Trimester ketiga kehamilan adalah trimester terakhir usia kandungan Ibu dan merupakan masa-masa untuk menunggu masa persalinan. Pada usia kehamilan ini, biasanya perut Ibu sudah membesar dan lebih sering capek. Tidak jarang posisi tidur pun kerap tidak nyaman dan serba salah. Aktivitas apapun yang hendak dilakukan juga menjadi tidak nyaman. Hal ini dikarenakan kondisi perut yang membesar sehingga gerakan Ibu terbatasi.

Baca Juga: Asupan Gizi saat Memasuki Kehamilan Trimester Ketiga

Masa Kehamilan Trimester Ketiga

Perhatikan sejumlah keluhan yang sering dialami para Ibu saat usia kandungan sudah mencapai masa kehamilan trimester ketiga berikut ini:

  • Konstipasi atau Sembelit
    Selama kehamilan, terjadi peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien dan memicu konstipasi. Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi perubahan uterus yang semakin membesar dan menekan bagian perut. Atasi konstipasi Ibu dengan cara minum air putih yang cukup minimal 8 gelas per hari, konsumsi makanan yang berserat tinggi seperti sayuran dan buah-buahan lebih banyak, dan melakukan olahraga ringan secara teratur.
     
  • Edema atau Pembengkakan
    Edema yang umum terjadi pada kaki timbul akibat gangguan sirkulasi vena (pembuluh darah balik ke jantung) dan peningkatan tekanan vena pada tubuh bagian bawah. Gangguan sirkulasi ini disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar pada vena-vena bagian bawah tubuh Ibu. Pakaian ketat juga dapat menghambat aliran balik, sehingga bisa memperburuk gangguan. Atasi pembengkakan dengan cara menghindari penggunaan pakaian ketat, menggerakkan kaki secara teratur sepanjang hari, dan posisi menghadap ke samping ketika hendak berbaring.
     
  • Insomnia
    Pada ibu hamil, gangguan tidur umumnya terjadi pada trimester pertama dan trimester ketiga. Pada trimester ketiga, gangguan ini terjadi dikarenakan Ibu hamil sering buang air kecil maupun rasa tidak nyaman yang dirasakan Ibu hamil seperti membesar ukuran rahim yang mengganggu gerak Ibu. Beberapa cara untuk mengurangi gangguan insomnia antara lain menghindari rokok, minuman beralkohol, atau kafein. Namun, ibu dapat menciptakan suasana sejuk dalam kamar, mengupayakan tidur di malam hari, dan minum segelas susu kehamilan hangat sebelum tidur agar ibu terhindar dari insomnia.
     
  • Sering Buang Air Kecil
    Peningkatan frekuensi berkemih Ibu atau sering buang air kecil disebabkan oleh tekanan uterus karena turunnya bagian bawah janin sehingga kapasitas kandung kemih berkurang. Penyebab lainnya adalah kondisi nokturia, yaitu aliran balik vena saat wanita sedang berbaring ketika tidur malam hari. Hal ini menyebabkan pola diurnal, sehingga ada peningkatan pengeluaran urin pada saat hamil tua. Sebaiknya Ibu memang buang air kecil dengan mengosongkan kandung kemih, batasi minum kopi, teh atau soda, serta mengurangi asupan cairan pada sore hari dan memperbanyak minum di siang hari.
     
  • Nyeri Pinggang
    Nyeri punggung bagian bawah ini biasanya akan meningkat intensitasnya seiring pertambahan usia kehamilan Ibu. Hal ini diakibatkan pergeseran pusat gravitasi dan postur tubuh ibu. Jika Ibu tidak memberi perhatian penuh terhadap postur tubuh, maka Ibu akan berjalan dengan ayunan tubuh ke belakang akibat peningkatan lordosis. Kemudian lengkungan akibat ayunan tubuh ibu ke belakang akan meregangkan otot punggung dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Masalah bisa memburuk apabila Ibu hamil memiliki struktur otot abdomen yang lemah sehingga gagal menopang berat rahim yang semakin membesar. Atasi dengan cara menekuk kaki daripada membungkuk saat hendak mengambil atau mengangkat apapun dari bawah. Lebarkan kedua kaki Ibu dan tempatkan satu kaki sedikit di depan kaki yang lain saat menekuk kaki sehingga terdapat jarak yang cukup untuk bangkit dari proses setengah jongkok.

Baca Juga: Pahami Masa Kehamilan Trimester Ketiga

Demikian keluhan umum pada masa kehamilan trimester ketiga dan tips mengatasinya. Nikmati waktu Ibu menunggu kehadiran si kecil.