Faktor Penyebab dan Cara Mengatasi Sembelit pada Ibu Hamil

Faktor Penyebab dan Cara Mengatasi Sembelit pada Ibu Hamil

Salah satu keluhan yang biasa muncul pada masa kehamilan adalah susah buang air besar. Beberapa ibu beranggapan susah buang air besar saat hamil ada kaitannya dengan kehamilan, sehingga merasa khawatir. Selain itu, ada juga yang berpikir jika minum obat-obatan dapat mempengaruhi kondisi janin.

Baca Juga: Konstipasi atau Susah Buang Air Besar Selama Kehamilan

Masalah susah buang air besar atau sembelit terjadi karena adanya peningkatan hormon progesteron yang mempengaruhi relaksasi otot, sehingga kerja usus menjadi kurang efisien. Pada trimester tiga kehamilan, susah buang air besar juga kemungkinan disebabkan adanya tekanan rahim yang membesar di sekitar perut. Selain itu, bila ibu hamil kurang beraktivitas, maka kinerja usus dalam mencerna makanan mengalami penurunan dan memberikan dampak pada kotoran dalam sistem pencernaan yang menjadi sulit dibuang.

Ikuti cara berikut untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil, yaitu:

  1. Tingkatkan minum air putih, jus jeruk, dan yogurt.
  2. Tingkatkan makan makanan berserat seperti sereal gandum, jenis kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan.
  3. Rutin berolahraga seperti sepeda statis, renang, atau senam hamil.
  4. Segera konsultasi dengan dokter jika ketiga cara diatas belum juga membuahkan hasil.
     

Kondisi susah buang air besar saat hamil sesungguhnya tidak perlu dikhawatirkan asalkan ibu menghindari minum obat-obatan sembarangan yang mempunyai potensi untuk mengganggu perkembangan janin, terutama ketika usia kandungan antara satu hingga tiga bulan, yang dimana tahap ini terjadi pembentukan berbagai organ. Sebenarnya apa penyebab sembelit pada ibu hamil? Berikut beberapa di antaranya:

Pola Makan

Tanpa disadari, ibu hamil cenderung memiliki pola makan yang sembarangan. Sebagai contohnya, ibu hamil menjadi sangat pemilih terhadap makanan, sehingga menolak untuk mengonsumsi makanan yang seharusnya diperlukan oleh kondisi kehamilan, seperti makanan berserat. Bila hal ini terjadi, maka susah buang air besar pun akhirnya datang. Sebaiknya ibu hamil banyak mengonsumsi makanan mengandung serat tinggi dan mengatur pola makan yang seimbang.

Ingin mengatasi sembelit dengan buah-buahan yang dapat diolah dan disajikan dengan berbagai cara? Ibu dapat mencoba mengonsumsi buah sukun! Buah ini mengandung serat tinggi yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Selain itu, sukun juga mengandung banyak manfaat lain yang baik untuk ibu hamil. Baca di sini yuk: 13 Manfaat Buah Sukun bagi Kesehatan Ibu Hamil yang Terbaik!

Terjadi Peningkatan Hormon

Tubuh akan mengalami peningkatan kadar hormon progesteron selama hamil, sehingga menyebabkan turunnya gerakan peristaltik pada saluran pencernaan. Hal ini mengakibatkan pergerakan makanan di dalam usus melambat dan membuat perut mudah terasa penuh dan kembung. Tetapi, sebenarnya gerak peristaltik yang melambat tersebut sangat berguna bagi kandungan, sebab penyerapan makanan untuk pemenuhan nutrisi ibu dan janin menjadi lebih baik.

Kurang Mengonsumsi Air Putih

Ada ibu hamil yang lebih cenderung malas minum air putih, terlebih lagi kondisi perut yang mudah merasa kembung disebabkan adanya penurunan gerakan peristaltik. Sebaiknya Ibu meningkatkan konsumsi air putih selama hamil antara 6-8 gelas sehari, yang disesuaikan dengan aktivitas ibu hamil itu sendiri.

Penyakit Wasir atau Faktor Lainnya

Penyakit wasir bisa menjadi faktor pemicu kuat kondisi susah buang air besar saat hamil. Wasir yang dialami oleh ibu hamil pada awalnya timbul akibat relaksasi otot polos pembuluh darah akibat adanya peningkatan progesteron dalam tubuh. Selain wasir, adanya penyakit kelainan katup usus (hirschsprung) bisa semakin memicu sembelit. Penyakit ini jarang terjadi karena merupakan penyakit bawaan yang disebabkan adanya kelainan saraf pada ujung saluran pencernaan, sehingga kotoran menjadi susah keluar.

Baca Juga: Rekomendasi Buah-buahan yang Baik untuk Kesehatan Ibu Hamil

Perlu diingat pula bahwa ketika susah buang air besar, hindari terlalu sering mengonsumsi pil penambah darah karena justru dapat memperparah kondisi. Selain itu, Ibu juga dianjurkan untuk tidak meminum obat pencahar karena hal ini cukup beresiko pada janin yang dikandung.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!
Masa Kehamilan
Cegah Perdarahan Antepartum untuk Kesehatan Calon Buah Hati
Kenali perdarahan antepartum di trimester 3, penyebabnya, dan langkah pencegahan melalui nutrisi serta gaya hidup sehat ibu hamil.
Masa Kehamilan
AFLP pada Kehamilan Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Kesehatan Ibu
Pelajari tentang AFLP atau Acute Fatty Liver of Pregnancy pada kehamilan, gejala umum, dan tips pola hidup yang membantu menjaga kesehatan ibu hamil.
Masa Kehamilan
Tips Aman Mudik Saat Hamil dan Perlengkapan yang Wajib Ada
Simak tips aman mudik saat hamil dan checklist perlengkapan wajib agar perjalanan Lebaran tetap nyaman dan aman untuk Ibu dan janin.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN