Masa Kehamilan

9 Dampak Ibu Hamil Malas Bergerak, Waspada Bahaya Mengintai!

Ditulis oleh: Amicis

9 Dampak Ibu Hamil Malas Bergerak, Waspada Bahaya Mengintai!

Kelelahan dan keletihan pada trimester awal kehamilan kerap membuat ibu hamil malas bergerak. Di trimester awal kehamilan memang ibu hamil akan mudah merasa lelah. Namun bukan berarti ibu harus menghentikan aktivitas dan tidak bergerak, bukan?

Baca Juga: Dapatkah Keluhan Awal Kehamilan Reda Memasuki Trimester 2 ?

Ibu hamil malas bergerak dapat menimbulkan efek yang berbahaya untuk kehamilan dan janin. Jadi meskipun ibu hamil dianjurkan untuk beristirahat, namun usahakan untuk tetap bergerak sewajarnya saja. Lantas apa saja bahaya yang mengintai ibu hamil malas bergerak?

Baca Juga: Catat Tanda Awal Kehamilan Paling Umum Berikut Ini

  1. Berat Badan Meningkat Drastis

    Dampak pertama yang mengintai ibu hamil yang malas bergerak adalah penambahan berat badan yang sangat drastis. Wajar memang jika terjadi penambahan berat badan saat hamil. Namun jika angkanya terlalu melonjak, Ibu akan kesulitan untuk menurunkannya kembali pasca bersalin.

    Padahal, hampir semua ibu menginginkan berat badan cepat kembali normal setelah melahirkan. Oleh karena itu, jangan malas bergerak ya, Bu!
  2. Stress dan Depresi

    Aktivitas ibu yang awalnya normal kemudian berubah menjadi terbatas, berpotensi membuat ibu hamil stres. Dampaknya, Ibu akan mengalami kecemasan dan overthinking hingga persalinan. Hal ini tentu mengganggu aktivitas harian jika dibiarkan berlarut-larut.

    Solusinya, Ibu perlu bergerak sewajarnya agar pembuluh darah serta otot di sekitar kepala dan leher sedikit mengendur. Stres pun menjadi berkurang karena tidak ada lagi otot yang tegang.
  3. Gangguan Tidur

    Ibu hamil malas bergerak juga dapat mengakibatkan gangguan tidur di malam hari. Ibu akan sulit tidur karena pikiran tidak rileks. Sebaiknya Ibu tetap beraktivitas normal disertai dengan olahraga ringan agar peredaran darah lebih lancar.

    Tidur sangat dibutuhkan oleh ibu selama masa kehamilan. Ibu perlu istirahat cukup agar janin berkembang dengan baik dan ibu terhindar dari mood yang buruk selama hamil.
  4. Hipertensi

    Dampak membahayakan lain yang dapat terjadi jika ibu hamil malas bergerak adalah resiko hipertensi. Kurang bergerak selama masa kehamilan dapat meningkatkan volume darah sebesar 45%. Hal ini mengakibatkan ventrikel kiri jantung membesar dan menebal sehingga kinerja jantung lebih keras. Inilah yang membuat ibu hamil kurang bergerak rentan mengalami hipertensi.
  5. Diabetes

    Jika ibu hamil malas bergerak dan berat badan meningkat tajam, potensi untuk terkena diabetes lebih besar. Ketika hamil, plasenta melepaskan hormon pertumbuhan yang dapat mengganggu fungsi insulin. Hal ini juga memicu peningkatan kadar gula dalam darah. Untuk itulah ibu hamil disarankan untuk tetap bergerak dengan wajar selama masa kehamilan.
  6. Masalah Pencernaan

    Ibu hamil rentan mengalami sembelit selama kehamilan. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya hormon progesteron yang memperlambat kinerja usus. Jika proses pencernaan melambat, sembelit dapat terjadi.

    Masalah pencernaan dapat menjadi lebih parah jika ibu hamil malas bergerak. Sebaliknya, pencernaan akan lebih lancar jika ibu aktif bergerak secara wajar.
  7. Peningkatan Denyut Jantung

    Dampak berbahaya lain jika ibu hamil malas bergerak adalah terjadinya peningkatan denyut jantung. Jika hal ini dibiarkan, akan terjadi komplikasi jantung dan tekanan darah yang berbahaya. Kesehatan janin pun dapat terganggu jika sampai resiko ini terjadi.
  8. Kelelahan Saat Bersalin

    Proses persalinan membutuhkan stamina dan tenaga yang kuat. Jika tidak, ibu akan merasa kelelahan selama proses berlangsung. Hal ini diperparah dengan kondisi ibu hamil yang malas bergerak. Sebaliknya, ibu hamil yang aktif bergerak selama kehamilan memiliki stamina yang lebih kuat dalam menghadapi persalinan.
  9. Persalinan Cenderung Kurang Lancar

    Setiap ibu tentunya menginginkan persalinan yang lancar tanpa kendala dan hambatan. Persalinan yang lancar akan membuat ibu tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih selama bersalin. Proses pemulihan pasca bersalin pun lebih mudah dan cepat.

    Permasalahannya jika ibu hamil malas bergerak, justru berpotensi mengakibatkan persalinan tidak lancar. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk tetap aktif bergerak selama hamil. Ibu dapat melakukan yoga, senam ringan, jalan santai, atau aktivitas ringan lainnya untuk memperlancar persalinan. Tetap bergerak mampu membuat ibu lebih bahagia dan produktif, lho.

Pada awal kehamilan dokter biasanya memang menyarankan ibu hamil untuk mengurangi aktivitas. Hal ini dikarenakan posisi janin yang masih rentan di trimester awal. Namun pengurangan aktivitas disini tidak seperti bedrest total. Ibu hanya perlu mengurangi sedikit aktivitas rutin saja.

Baca Juga: Penting Mengenali Ciri Tanda Awal Kehamilan

Ibu masih tetap dapat melakukan pekerjaan ringan seperti menyapu, menjemur, berjalan santai, olahraga ringan, dan juga berenang. Hal terpenting adalah membatasi aktivitas fisik yang berat, jangan sampai Ibu kelelahan. Karena tentu saja kelelahan juga berdampak tidak baik pada janin.

So, tetap bergerak dalam batas wajar saja ya, Bu!