Penyebab Bayi Cacat dalam Kandungan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Penyebab Bayi Cacat dalam Kandungan

Kehamilan menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu setiap pasangan suami istri. Terlebih, jika kehamilan ini adalah hal yang telah diimpikan pasangan suami istri sejak lama. Menjaga kesehatan di masa kehamilan merupakan salah satu hal yang sangatlah penting, karena kesehatan ibu hamil berdampak bagi perkembangan janin dalam kandungan.

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Bayi dalam Kandungan agar Selalu Sehat dan Kuat

Setiap pasangan, tentunya mengharapkan kelahiran bayi yang sehat tanpa ada kekurangan apapun. Untuk itu, menjaga kesehatan pada masa kehamilan harus menjadi prioritas utama bagi ibu hamil. Berikut beberapa faktor yang perlu Ibu pahami mengapa bayi cacat dalam kandungan:

  1. Pengaruh Asap Rokok
    Asap rokok, ternyata sangat berpengaruh terhadap janin di dalam kandungan. Hal ini dikarenakan, rokok mengandung zat berbahaya seperti tar dan nikotin yang dapat mengakibatkan perkembangan janin terhambat, IQ janin rendah, berat badan tidak normal, dan perilaku yang tidak baik.
  2. Alkohol
    Apapun jenis minuman yang mengandung alkohol, akan sangat berbahaya bagi ibu hamil. Hal ini sangat berisiko menyebabkan bayi cacat dan kerusakan otak, serta perkembangan janin bisa terganggu, sehingga tidak berkembang dengan optimal.
  3. Kekurangan Asam Folat
    Salah satu nutrisi yang berperan penting pada perkembangan janin yaitu asam folat. Kekurangan asam folat akan menyebabkan janin lahir prematur hingga bayi lahir cacat dalam kandungan. Hal ini disebabkan, asam folat memiliki fungsi untuk membantu dalam menutup tabung saraf dan juga sumsum tulang belakang. Selain itu, asam folat bisa diperoleh dari kacang-kacangan, alpukat, brokoli serta buah-buahan.
  4. Mengonsumsi Junk Food atau Makanan Cepat Saji
    Bagi ibu hamil yang terbiasa mengonsumsi junk food, lebih baik dihentikan. Sebab, dalam makanan cepat saji terdapat kandungan lemak yang tinggi, dan cara memasak serta tingkat higienitas dari makanan cepat saji tidak terjaga. Hal itu dapat membahayakan kesehatan maupun perkembangan janin.
  5. Faktor Genetik
    Faktor yang satu ini berasal dari keturunan yang bisa menyebabkan cacat lahir. Kondisi seperti ini terjadi saat masa proses pembuahan. Kelainan ini dapat muncul dari pengaruh genetik langsung dari orang tua.
  6. Kelainan Kromosom
    Ketika terjadinya proses pembuahan, terdapat peran yang sangat penting untuk genetika dari bayi yang akan lahir. Salah satu pengaruh besar dalam proses ini adalah kelainan kromosom yang dapat terjadi, karena salah satu atau bagian kromosom yang terlalu parah. Sehingga zigot yang didapatkan dari hasil pembuahan, tidak bisa menjadi embrio,, yang dapat menyebabkan bayi terlahir cacat.

Pencegahan Agar Terhindar dari Bayi Cacat dalam Kandungan

  • Rutin Melakukan Melakukan Pemeriksaan
    Bayi cacat dalam kandungan dapat dihindari dengan merencanakan kehamilan, dan sebaiknya Ibu rutin melakukan pemeriksaan ke dokter untuk menjaga kesehatan janin. Hal itu bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya kelainan di masa kehamilan, sehingga dapat dicegah sejak dini. Oleh sebab itu, pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan angka kelahiran bayi cacat dan menurunkan angka kematian sang ibu ataupun janin.
  • Vaksinasi
    Terdapat beberapa vaksinasi yang aman akan direkomendasikan pada masa kehamilan. Dengan melakukan vaksinasi, maka dapat melindungi ibu dari infeksi yang menyebabkan kelahiran cacat, dan bayi yang lahir pun akan berada dalam keadaan sehat nantinya.
  • Lindungi Diri Dari Infeksi
    Infeksi pada masa kehamilan dapat membahayakan janin dan mengakibatkan bayi terlahir cacat. Cara mencegahnya, dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, jaga kebersihan tubuh secara menyeluruh dan masaklah daging sampai matang.

Baca Juga: Hindari Keguguran dengan Beberapa Tips Ini

Memeriksa kondisi janin pada masa kehamilan sangat penting untuk dilakukan, karena Ibu dapat mengetahui keadaan Ibu sendiri dan bayi. Ketahuilah juga penyebab bayi lahir cacat guna menurunkan risiko mempunyai bayi cacat.