Kehamilan tentu saja merupakan hal yang amat dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah untuk memperoleh momongan. Dalam hal ini, perlu diingat bahwa banyak sekali hal yang dapat membuat masa kehamilan menjadi amat bermasalah bagi para ibu hamil. Salah satu hal yang sering dipermasalahkan oleh ibu hamil adalah apakah diperbolehkan untuk melakukan hubungan seks ketika hamil.
Baca Juga: Tak Perlu Takut Melakukan Hubungan Seks Pada Masa Kehamilan!
Banyak pasangan, terutama calon ibu dan ayah baru, merasa cemas soal keamanan hubungan seks selama kehamilan. Kekhawatiran ini sering muncul dari mitos yang beredar dan kurangnya informasi yang akurat, misalnya anggapan bahwa hubungan seks bisa melukai janin. Pada kehamilan yang sehat, janin terlindungi oleh cairan ketuban dan otot rahim, sehingga hubungan seks umumnya aman dilakukan. Meski begitu, ada kondisi tertentu yang membuat hubungan seks perlu dibatasi atau dihindari, dan dokter kandungan adalah pihak yang paling tepat untuk menilainya.
Tentu saja banyak rumor yang tidak memperbolehkan ibu hamil untuk berhubungan seks ketika hamil. Banyak yang mempertanyakan apakah aman melakukan hubungan seks di saat kehamilan? Selain itu, banyak juga yang mengkhawatirkan hubungan seks saat hamil dapat membahayakan si janin.
Pada kenyataannya, berhubungan seks pada saat hamil diperbolehkan, namun dengan pengetahuan dan juga cara yang benar. Perhatikan pula usia kandungan pada saat Ibu ingin melakukan hubungan seks.
Libido ibu hamil biasanya akan meningkat pada saat usia kehamilan yang masih muda. Hal ini tentu saja akan membuat ibu hamil pada usia muda untuk tertarik melakukan hubungan seks kehamilan dengan suami mereka. Begitu pula sebaliknya.
Untuk info selengkapnya seputar keamanan hubungan intim saat sedang hamil tua, yuk baca artikel ini: Tips Aman Hubungan Intim ketika Hamil 9 Bulan.
Guna mengurangi risiko dalam berhubungan seks ketika hamil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama mengenai waktu dan posisi seks aman.
Yang pertama adalah ketika usia kehamilan masih berada sekitar 0-12 minggu. Menurut para ahli, pada masa kehamilan ini posisi apapun boleh diaplikasikan, karena tidak akan berpengaruh pada kondisi kehamilan.
Kemudian pada usia atau waktu kandungan diatas 12 minggu, Ibu perlu memperhatikan posisi seks yang akan digunakan Pada umumnya, posisi hubungan seks yang paling tepat ketika memasuki usia di atas 12 minggu adalah posisi menyamping, doggy, dan juga duduk. Namun meski posisi-posisi tersebut memang banyak diaplikasikan pada usia kehamilan 12 minggu, lebih baik jika mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau ahlinya.
Bila dokter sudah memberi rekomendasi aman mengenai suatu posisi, ya lakukan saja. Akan tetapi, ibu hamil memiliki kondisi fisik yang berbeda sehingga posisi seks yang diaplikasikan juga pastinya berbeda pada masa usia kandungan diatas 12 minggu.
Baca Juga: Amankah Berhubungan Seks Saat Hamil?
Berikutnya, ketika melakukan hubungan seks pada masa hamil adalah ketika usia 29-36 minggu menjelang persalinan. Tentu saja pada masa kehamilan ini amatlah beresiko bagi para ibu hamil dalam melakukan hubungan seks.
Pada masa kehamilan ini, posisi seks selama kehamilan yang amat dianjurkan adalah posisi menyamping dan wanita diatas. Posisi-posisi tersebut merupakan yang paling aman tentunya. Namun Ibu juga harus tahu pentingnya untuk memastikan tidak mengalami sakit dan juga merasa tidak nyaman.
Memilih posisi yang tepat membantu menjaga kenyamanan dan keamanan selama kehamilan. Seiring bertambahnya usia kandungan, perut yang membesar membuat beberapa posisi terasa kurang nyaman.
Trimester pertama (minggu 0-12). Perut belum membesar, sehingga banyak posisi masih nyaman dilakukan. Sesuaikan dengan kondisi tubuh, misalnya jika sedang mual atau payudara terasa nyeri.
Trimester kedua (minggu 13-27). Perut mulai membesar. Posisi menyamping (spooning) atau Ibu berada di atas membantu mengurangi tekanan pada perut.
Trimester ketiga (minggu 28-40). Pilih posisi yang tidak menekan perut, seperti menyamping, Ibu di atas dengan modifikasi, atau duduk dengan bantal sebagai penyangga. Hentikan jika terasa nyeri atau tidak nyaman.
Setiap kehamilan berbeda, jadi konsultasikan dengan dokter atau bidan jika ragu atau memiliki kondisi kehamilan khusus.
Hubungan seks umumnya aman pada kehamilan yang sehat. Namun, pada kondisi tertentu dokter bisa menyarankan untuk membatasi atau menghentikannya sementara demi menjaga kesehatan Ibu dan janin, misalnya:
Segera hubungi dokter kandungan jika Ibu mengalami perdarahan, nyeri perut hebat, kontraksi, atau keluar cairan dari vagina setelah berhubungan seks. Dokter akan memberikan saran yang paling sesuai dengan kondisi kehamilan Ibu.
Pada kehamilan yang sehat, hubungan seks umumnya aman dilakukan. Yang perlu Ibu perhatikan adalah usia kehamilan, karena kenyamanan dan pilihan posisi akan berubah dari trimester ke trimester. Di trimester pertama banyak posisi masih nyaman, sedangkan memasuki trimester kedua dan ketiga, pilih posisi yang tidak menekan perut, seperti menyamping atau Ibu berada di atas. Ibu juga perlu mengenali kondisi yang membuat hubungan seks harus dibatasi atau dihindari, seperti perdarahan vagina yang tidak jelas penyebabnya, plasenta previa, leher rahim lemah, risiko persalinan prematur, atau ketuban pecah. Karena setiap kehamilan berbeda, konsultasikan kekhawatiran Ibu dengan dokter kandungan atau bidan, dan komunikasikan kenyamanan Ibu dengan pasangan. Selain menjaga kenyamanan dan keamanan, pastikan juga kebutuhan nutrisi Ibu terpenuhi selama hamil. Pelajari selengkapnya di sini: Kebutuhan Nutrisi untuk Ibu Hamil yang Wajib Dipenuhi.